Gol akhirnya disahkan.
Dan seperti yang sering terjadi dalam pertandingan besar, satu momen saja cukup untuk mengubah seluruh cerita.
Haaland kembali menjadi penentu di panggung Derby Manchester. Gol tersebut menjadi gol kesembilannya dalam pertandingan derby, sekaligus memberi City keunggulan yang sangat berharga.
United Menekan, City Bertahan Mati-Matian
Setelah tertinggal, Manchester United meningkatkan tekanan.
Situasi ini sebenarnya cukup logis. Mereka bermain dengan keunggulan satu pemain dan tidak punya alasan untuk bermain terlalu hati-hati.
United terus mencari celah dari sisi sayap dan area depan kotak penalti. Beberapa peluang berhasil diciptakan, tetapi penyelesaian akhir menjadi masalah.
Marcus Rashford dan Kobbie Mainoo bahkan sempat mengenai tiang. Peluang-peluang tersebut menunjukkan bahwa United sebenarnya punya kesempatan untuk menyamakan kedudukan.
Namun, bola tidak mau masuk.
Di sisi lain, Gianluigi Donnarumma tampil penting di bawah mistar City. Beberapa penyelamatan membantu tim tamu menjaga keunggulan hingga menit-menit terakhir.
City juga tidak sekadar bertahan secara pasif. Ketika mendapat ruang, mereka tetap mencoba mengancam lewat serangan balik.
Itulah bagian menarik dari permainan City dalam pertandingan ini.
Kehilangan satu pemain sejak babak pertama tidak membuat mereka panik. Mereka justru mengubah cara bermain, mempersempit ruang, dan menunggu momen yang tepat untuk menghukum United.
United Punya Jumlah Pemain, City Punya Efisiensi
Kalau hanya melihat penguasaan bola, Manchester United memang memiliki keuntungan setelah City bermain dengan 10 pemain.
Tetapi sepak bola bukan sekadar soal siapa yang paling lama memegang bola.
City jauh lebih efisien dalam memanfaatkan momen penting. United memiliki lebih banyak situasi menyerang, tetapi City menghasilkan satu gol yang menentukan pertandingan.
Ini menjadi salah satu pelajaran terbesar dari Derby Manchester kali ini.
United sebenarnya mendapatkan kondisi yang diinginkan: lawan kehilangan satu pemain dan pertandingan dimainkan di Old Trafford.
Tetapi keunggulan tersebut tidak mampu diterjemahkan menjadi gol.
Sebaliknya, City hanya membutuhkan satu peluang penting untuk mengubah skor menjadi 1-0.
Maresca Mendapat Jawaban dari Timnya
Bagi Enzo Maresca, kemenangan ini juga menjadi bukti bahwa Manchester City tidak hanya bergantung pada permainan dominan.







