Melani juga memulai hari pertamanya bekerja sebagai sekretaris Sena di Kusuma Food. Ia berharap bisa memulai hidup baru dan bekerja dengan tenang tanpa gangguan dari Dipa.
Namun harapan itu belum terwujud. Dipa datang menemui Melani dan kembali mengancamnya. Meski Melani mengaku buku tabungan dan ATM yang dicari sudah dimusnahkan, Dipa menunjukkan foto ibu dan adik Melani. Dengan cara itu, Dipa memberi peringatan bahwa ia mengetahui keberadaan keluarga Melani sehingga Melani tidak berani melawannya.
Di sisi lain, kedekatan Davina dan Raffi semakin terlihat. Setelah Novan harus pergi ke janji konsultasi, Davina kesulitan mendapatkan taksi. Raffi kemudian menawarkan diri mengantar Davina ke kantor.
Dalam perjalanan, Davina bertemu dengan ibu Raffi, Sarah. Pertemuan itu berlangsung hangat. Sarah memuji Davina dan bahkan mengatakan bahwa Davina cocok dengan Raffi. Sikap ramah Sarah yang mengusap kepala Davina membuat Davina teringat pada ibu kandungnya yang telah lama meninggal.
Sesampainya di kantor, Sena melihat Davina turun dari mobil Raffi. Sena langsung menemui Davina dan mencoba mengajak bicara. Namun jawaban Davina membuat Sena kecewa. Davina mengatakan bahwa ia hanya ingin bersikap profesional dan menegaskan kalau Sena hanyalah rekan kerja, tidak lebih.
Di akhir episode, Sena juga mendapat informasi penting bahwa Dipa mengira dirinya sudah meninggal akibat kecelakaan sebelumnya. Hal itu membuat Sena semakin yakin ada kaitan Dipa dengan kejadian yang hampir merenggut nyawanya.
Sementara hubungan Davina dan Sena semakin menjauh, kedekatan Davina dengan Raffi justru mulai menarik perhatian. Di sisi lain, ancaman Dipa terhadap Melani juga semakin berbahaya dan bisa memicu konflik yang lebih besar pada episode berikutnya. (Red)
Sumber : RCTI



