Setelah peristiwa di episode sebelumnya, hubungan Davina dan Sena semakin memburuk. Davina masih belum bisa menerima kenyataan bahwa Sena selama ini menyembunyikan identitas aslinya sebagai polisi. Rasa kecewa membuat Davina memilih menghindari Sena, bahkan ia enggan pergi ke kantor karena takut harus bertemu dengannya.
Di sisi lain, Sena terus dihantui rasa bersalah. Ia ingin meminta maaf dan menjelaskan alasan mengapa harus merahasiakan identitasnya. Namun Sena juga berharap Davina tidak membocorkan rahasia penyamarannya kepada siapa pun.
Sebelum berangkat ke kantor, Davina memilih menjenguk Jihan yang masih dirawat di rumah sakit karena tifus. Kondisi Jihan masih lemas dan belum memiliki nafsu makan. Dokter meminta Jihan banyak beristirahat, mengonsumsi makanan bergizi, dan rutin minum obat agar kadar leukositnya kembali normal.
Kedatangan Davina ternyata tidak berjalan mulus. Saat menyuruh Jihan agar mau makan, sang ibu justru menilai sikap Davina terlalu keras. Suasana semakin memanas ketika ibu Davina menyinggung kejadian Davina pingsan di Bogor dan menduga hal itu dilakukan demi mencari perhatian ayahnya. Davina yang merasa dituduh akhirnya memilih pergi dari rumah sakit.
Sementara itu, Sena datang ke kantor dengan harapan bisa bertemu Davina. Sebelum itu, ia dipanggil oleh Om Novan. Ayah Davina tersebut mengaku kecewa karena melihat putrinya sangat sedih hingga sempat pingsan. Meski tidak mengetahui masalah sebenarnya, Novan meminta Sena untuk meminta maaf langsung kepada Davina dan berusaha membuat putrinya kembali bahagia.
Pertemuan Sena dan Davina akhirnya terjadi di kantor. Sena mencoba menjelaskan bahwa ia terpaksa menyembunyikan identitasnya karena sedang menjalankan tugas sebagai polisi. Namun penjelasan itu tidak mengubah perasaan Davina.
Davina mengatakan bahwa sejak awal ia selalu membenci kebohongan. Baginya, bukan hanya soal pekerjaan Sena, tetapi semua kebohongan yang dilakukan sejak mereka pertama kali bertemu. Bahkan Davina mulai meragukan nama Sena dan mengancam akan memeriksa apakah identitas pria itu benar-benar asli.
Karena tidak ingin mendengar penjelasan lagi, Davina meminta Tara mengeluarkan Sena dari ruangannya. Sena pun pergi dengan hati yang semakin hancur karena merasa telah kehilangan kepercayaan wanita yang dicintainya.




