Skrol untuk membaca pos

Setelah 16 Perusahaan di Morut, Pemprov Kembali Gandeng 32 Tambang Perbaiki Jalan Morowali

Muh. Rifai
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid memimpin rapat koordinasi bersama 32 perusahaan tambang di Hotel Mercure Jakarta, Senin (15/6/2026). Foto: Istimewa
A-AA+A++

Meski demikian, pengawasan teknis tetap dilakukan oleh Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (Binatarung) Sulawesi Tengah untuk memastikan pekerjaan memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan.

Inisiatif di Morowali ini bukan yang pertama dilakukan Anwar Hafid. Sebelumnya, pada 10 Juni 2026, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berhasil membangun kemitraan dengan 16 perusahaan tambang untuk mendukung pembangunan ruas jalan provinsi Towi–Kolonodale. Nilai dukungan yang dihimpun melalui CSR perusahaan mencapai sekitar Rp355 miliar.

Bahkan, proyek Towi–Kolonodale dijadwalkan memasuki tahap groundbreaking pada 1 Juli 2026. Seluruh pekerjaan nantinya dilakukan secara gotong royong oleh perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam konsorsium, sementara pemerintah bertindak sebagai pengawas sekaligus penerima hibah aset setelah proyek selesai.

Selain di Morowali Utara, pola kemitraan serupa juga telah diterapkan di Kabupaten Sigi. Pada April 2026 lalu, Anwar Hafid meresmikan pengembangan ruas jalan yang menghubungkan Desa Boladangko hingga Banggaiba sepanjang 60 kilometer dengan lebar jalan 10 meter. Pekerjaan tersebut didukung melalui CSR PT Anugerah Lestari Power dan menjadi bagian dari Program BERANI Lancar yang berfokus pada peningkatan konektivitas wilayah.

Keberhasilan membangun kolaborasi di beberapa daerah menunjukkan bahwa pendekatan kemitraan mulai menjadi salah satu solusi percepatan pembangunan infrastruktur di Sulawesi Tengah. Apalagi banyak ruas jalan yang berada di sekitar kawasan industri dan pertambangan memiliki intensitas penggunaan yang cukup tinggi.

Untuk proyek Buleleng–Matarape sendiri, Kepala Dinas Binatarung Sulawesi Tengah Faidul Keteng menjelaskan bahwa pembagian pekerjaan dilakukan agar beban masing-masing perusahaan tidak terlalu besar. Dengan panjang jalan sekitar 43 kilometer dan melibatkan 32 perusahaan, setiap perusahaan diperkirakan hanya menangani sekitar satu kilometer ruas jalan dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp5 miliar.

Dari hasil rapat koordinasi yang dihadiri 32 perusahaan tambang tersebut, seluruh peserta menyatakan dukungan terhadap program gotong royong perbaikan jalan provinsi. Beberapa perusahaan yang menyampaikan komitmennya antara lain PT Graha Istika Utama, PT Bima Cakra Perkasa Mineralindo, PT Atao Ura, dan PT Bintang Sinar Perkasa.

Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah akan menyiapkan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan seluruh perusahaan pemegang IUP yang terlibat. Setelah itu, kerja sama akan diperkuat melalui Surat Perjanjian Kerja Sama (SPK) yang mengatur pembagian tugas dan pelaksanaan pekerjaan di lapangan.