Para ahli menyebut cyclopia disebabkan oleh kelainan genetik yang terjadi pada tahap awal kehamilan. Gangguan tersebut menyebabkan perkembangan otak janin tidak berjalan normal.
Ada sejumlah faktor yang disebut dapat meningkatkan risiko terjadinya cyclopia pada janin. Di antaranya kelainan kromosom, infeksi selama kehamilan seperti TORCH, diabetes gestasional, konsumsi alkohol, penggunaan obat tertentu tanpa pengawasan dokter, hingga faktor genetik dalam keluarga.
Selain itu, kondisi perkawinan sedarah atau inses juga disebut dapat meningkatkan risiko terjadinya kelainan genetik pada bayi. Meski demikian, tidak semua kasus cyclopia disebabkan faktor yang sama karena setiap kehamilan memiliki kondisi berbeda.
Dalam unggahan yang viral, pasangan suami istri tersebut dikabarkan sempat menjalani pemeriksaan USG selama masa kehamilan. Dari hasil pemeriksaan itu, mereka disebut telah mengetahui adanya kondisi tertentu pada janin. Namun pasangan tersebut memilih mempertahankan kehamilan hingga proses persalinan berlangsung.
Saat bayi lahir, pasangan itu disebut syok melihat kondisi anak mereka. Bayi tersebut juga dilaporkan mengalami gangguan pernapasan akibat kelainan bawaan yang dialami.
Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak rumah sakit maupun dinas kesehatan setempat mengenai identitas keluarga dan kondisi terbaru bayi tersebut. Informasi yang beredar masih berasal dari unggahan media sosial yang terus dibagikan ulang oleh pengguna internet.
Tenaga kesehatan mengingatkan pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin untuk memantau perkembangan janin sejak dini. Melalui pemeriksaan USG dan antenatal care, sejumlah kelainan bawaan dapat dideteksi lebih awal sehingga penanganan medis dapat dipersiapkan.
Pemeriksaan genetik juga dapat dilakukan pada pasangan yang memiliki riwayat keluarga dengan kelainan bawaan tertentu. Pemeriksaan tersebut biasanya dilakukan sebelum kehamilan maupun selama masa kandungan untuk memantau kondisi janin.
Selain rutin memeriksakan kehamilan, ibu hamil juga dianjurkan menjaga pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, menghindari alkohol, serta tidak mengonsumsi obat tanpa anjuran dokter.
Viralnya kisah bayi di Wawonii itu memunculkan rasa prihatin dari masyarakat. Banyak warga dan netizen berharap keluarga bayi tersebut diberi kekuatan menghadapi cobaan yang dialami. (Red)


