Harga Kebutuhan Pokok per 21-22 Mei 2026: Harga Telur Ayam Turun, Cabai Rawit Makin Mahal
Harga sejumlah kebutuhan pokok nasional pada periode 21 Mei hingga 22 Mei 2026 mengalami perubahan bervariasi. Kenaikan paling terlihat terjadi pada komoditas cabai dan bawang merah, sementara beberapa bahan pangan seperti telur ayam ras dan bawang putih tercatat turun tipis.
Berdasarkan data Perbandingan Harga Nasional Tertimbang (HNT) SP2KP Kemendag, harga cabai rawit merah menjadi komoditas dengan kenaikan tertinggi dalam periode tersebut. Harga cabai rawit merah naik dari Rp66.663 per kilogram menjadi Rp67.518 per kilogram atau meningkat 1,28 persen.
Selain itu, cabai merah besar juga mengalami kenaikan sebesar 0,92 persen dari Rp50.004 menjadi Rp50.465 per kilogram. Sementara cabai merah keriting naik 0,68 persen menjadi Rp46.942 per kilogram dibanding sehari sebelumnya yang berada di angka Rp46.624 per kilogram.
Kenaikan harga juga terjadi pada bawang merah. Komoditas tersebut naik dari Rp44.230 menjadi Rp44.624 per kilogram atau meningkat 0,89 persen. Di sisi lain, bawang putih honan justru turun 0,33 persen menjadi Rp34.582 per kilogram.
Untuk komoditas beras, harga beras medium relatif stabil dengan penurunan tipis 0,01 persen dari Rp13.768 menjadi Rp13.767 per kilogram. Sementara beras premium mengalami kenaikan kecil sebesar 0,08 persen menjadi Rp15.426 per kilogram.
Harga gula pasir curah juga tercatat stabil dengan penurunan tipis dari Rp18.279 menjadi Rp18.277 per kilogram. Komoditas minyak goreng menunjukkan tren kenaikan ringan pada seluruh jenis. Minyak goreng sawit kemasan premium naik 0,09 persen menjadi Rp22.208 per liter, minyak goreng sawit curah naik 0,21 persen menjadi Rp19.645 per liter, sedangkan Minyakita naik 0,02 persen menjadi Rp15.854 per liter.
Untuk sektor protein hewani, harga daging sapi paha belakang naik tipis dari Rp139.654 menjadi Rp139.687 per kilogram. Harga daging ayam ras juga meningkat sangat kecil menjadi Rp37.330 per kilogram.
Berbeda dengan komoditas lainnya, telur ayam ras mengalami penurunan sebesar 0,23 persen. Harga telur turun dari Rp27.957 menjadi Rp27.893 per kilogram.
Sementara itu, harga tepung terigu tercatat stabil dengan sedikit penurunan dari Rp12.494 menjadi Rp12.493 per kilogram. Kedelai impor naik 0,10 persen menjadi Rp13.636 per kilogram.
Pemerintah terus memantau perkembangan harga pangan di berbagai daerah untuk menjaga stabilitas pasokan dan daya beli masyarakat. Pergerakan harga cabai dan bawang yang meningkat dalam beberapa hari terakhir dipengaruhi distribusi dan pasokan dari sentra produksi di sejumlah wilayah.
Per Februari 2026, penyajian harga nasional menggunakan indikator Harga Nasional Tertimbang (HNT) yang bersumber dari 514 kabupaten dan kota di Indonesia. Penghitungan tersebut menggunakan bobot konsumsi Survei Biaya Hidup (SBH) 2022 Badan Pusat Statistik (BPS).
Wilayah pemantauan dibagi dalam tiga region. Region A meliputi Jawa, Sulawesi, Sumatera Selatan, Lampung, Bali dan NTB. Region B mencakup wilayah Sumatera lainnya, Kalimantan dan NTT. Sedangkan Region C meliputi Maluku dan Papua. (Red)


