Heboh Bayi Lahir Tanpa Hidung, Ini Penjelasan Medisnya
Warga Pulau Wawonii, Sulawesi Tenggara, dihebohkan dengan kabar kelahiran seorang bayi yang mengalami kelainan fisik langka. Kisah tersebut viral di media sosial setelah diunggah akun Instagram @makassarhitskekinian yang memperlihatkan kondisi bayi lahir dengan satu mata dan tanpa hidung.
Dalam unggahan yang beredar, bayi itu disebut mengalami kesulitan bernapas sesaat setelah dilahirkan. Peristiwa tersebut langsung menjadi perbincangan luas di tengah masyarakat karena kondisi fisik bayi yang dinilai sangat jarang terjadi.
Informasi yang beredar menyebutkan bayi tersebut lahir di wilayah Pulau Wawonii. Dalam cerita yang viral, sang ibu dikabarkan pernah tanpa sengaja melukai seekor kucing saat sedang emosi. Setelah kejadian itu, ibu bayi disebut merasa gelisah dan kerap bermimpi melihat kucing tersebut dalam kondisi kesakitan selama masa kehamilan.
Cerita tersebut kemudian dikaitkan sebagian warga dengan kondisi bayi yang lahir. Namun hingga kini belum ada penjelasan resmi dari pihak medis terkait penyebab pasti kelainan yang dialami bayi tersebut. Sejumlah netizen juga mengingatkan masyarakat agar tidak langsung menghubungkan kondisi medis dengan mitos atau kejadian tertentu yang belum terbukti secara ilmiah.
Secara medis, kondisi bayi yang lahir dengan satu mata dikenal dengan istilah cyclopia. Kelainan ini merupakan kondisi langka yang terjadi akibat gangguan perkembangan otak dan wajah janin sejak masih berada di dalam kandungan.
Mengutip Alodokter, Cyclopia termasuk bentuk paling parah dari holoprosencephaly, yakni kelainan ketika otak janin gagal terbelah sempurna menjadi bagian kanan dan kiri. Akibatnya, pembentukan struktur wajah juga mengalami gangguan.
Kondisi ini sangat jarang terjadi. Dalam dunia medis, cyclopia diperkirakan hanya terjadi pada sekitar satu dari 100 ribu kehamilan. Sebagian besar janin dengan kondisi tersebut meninggal saat masih di dalam kandungan atau tidak bertahan lama setelah dilahirkan.
Selain memiliki satu mata di bagian tengah wajah atau dua mata yang menyatu, bayi dengan cyclopia umumnya juga mengalami kelainan lain seperti tidak memiliki hidung atau memiliki bentuk hidung menyerupai belalai di atas mata. Dalam beberapa kasus, kondisi ini juga disertai bibir sumbing, gangguan perkembangan tengkorak, hingga organ vital yang tidak berkembang sempurna.
Para ahli menyebut cyclopia disebabkan oleh kelainan genetik yang terjadi pada tahap awal kehamilan. Gangguan tersebut menyebabkan perkembangan otak janin tidak berjalan normal.
Ada sejumlah faktor yang disebut dapat meningkatkan risiko terjadinya cyclopia pada janin. Di antaranya kelainan kromosom, infeksi selama kehamilan seperti TORCH, diabetes gestasional, konsumsi alkohol, penggunaan obat tertentu tanpa pengawasan dokter, hingga faktor genetik dalam keluarga.
Selain itu, kondisi perkawinan sedarah atau inses juga disebut dapat meningkatkan risiko terjadinya kelainan genetik pada bayi. Meski demikian, tidak semua kasus cyclopia disebabkan faktor yang sama karena setiap kehamilan memiliki kondisi berbeda.
Dalam unggahan yang viral, pasangan suami istri tersebut dikabarkan sempat menjalani pemeriksaan USG selama masa kehamilan. Dari hasil pemeriksaan itu, mereka disebut telah mengetahui adanya kondisi tertentu pada janin. Namun pasangan tersebut memilih mempertahankan kehamilan hingga proses persalinan berlangsung.
Saat bayi lahir, pasangan itu disebut syok melihat kondisi anak mereka. Bayi tersebut juga dilaporkan mengalami gangguan pernapasan akibat kelainan bawaan yang dialami.
Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak rumah sakit maupun dinas kesehatan setempat mengenai identitas keluarga dan kondisi terbaru bayi tersebut. Informasi yang beredar masih berasal dari unggahan media sosial yang terus dibagikan ulang oleh pengguna internet.
Tenaga kesehatan mengingatkan pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin untuk memantau perkembangan janin sejak dini. Melalui pemeriksaan USG dan antenatal care, sejumlah kelainan bawaan dapat dideteksi lebih awal sehingga penanganan medis dapat dipersiapkan.
Pemeriksaan genetik juga dapat dilakukan pada pasangan yang memiliki riwayat keluarga dengan kelainan bawaan tertentu. Pemeriksaan tersebut biasanya dilakukan sebelum kehamilan maupun selama masa kandungan untuk memantau kondisi janin.
Selain rutin memeriksakan kehamilan, ibu hamil juga dianjurkan menjaga pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, menghindari alkohol, serta tidak mengonsumsi obat tanpa anjuran dokter.
Viralnya kisah bayi di Wawonii itu memunculkan rasa prihatin dari masyarakat. Banyak warga dan netizen berharap keluarga bayi tersebut diberi kekuatan menghadapi cobaan yang dialami. (Red)


