Skrol untuk membaca pos

Heboh Bayi Lahir Tanpa Hidung, Ini Penjelasan Medisnya

Muh. Rifai
Foto: Tangkapan Layar
A-AA+A++

Warga Pulau Wawonii, Sulawesi Tenggara, dihebohkan dengan kabar kelahiran seorang bayi yang mengalami kelainan fisik langka. Kisah tersebut viral di media sosial setelah diunggah akun Instagram @makassarhitskekinian yang memperlihatkan kondisi bayi lahir dengan satu mata dan tanpa hidung.

Dalam unggahan yang beredar, bayi itu disebut mengalami kesulitan bernapas sesaat setelah dilahirkan. Peristiwa tersebut langsung menjadi perbincangan luas di tengah masyarakat karena kondisi fisik bayi yang dinilai sangat jarang terjadi.

Informasi yang beredar menyebutkan bayi tersebut lahir di wilayah Pulau Wawonii. Dalam cerita yang viral, sang ibu dikabarkan pernah tanpa sengaja melukai seekor kucing saat sedang emosi. Setelah kejadian itu, ibu bayi disebut merasa gelisah dan kerap bermimpi melihat kucing tersebut dalam kondisi kesakitan selama masa kehamilan.

Cerita tersebut kemudian dikaitkan sebagian warga dengan kondisi bayi yang lahir. Namun hingga kini belum ada penjelasan resmi dari pihak medis terkait penyebab pasti kelainan yang dialami bayi tersebut. Sejumlah netizen juga mengingatkan masyarakat agar tidak langsung menghubungkan kondisi medis dengan mitos atau kejadian tertentu yang belum terbukti secara ilmiah.

Secara medis, kondisi bayi yang lahir dengan satu mata dikenal dengan istilah cyclopia. Kelainan ini merupakan kondisi langka yang terjadi akibat gangguan perkembangan otak dan wajah janin sejak masih berada di dalam kandungan.

Mengutip Alodokter, Cyclopia termasuk bentuk paling parah dari holoprosencephaly, yakni kelainan ketika otak janin gagal terbelah sempurna menjadi bagian kanan dan kiri. Akibatnya, pembentukan struktur wajah juga mengalami gangguan.

Kondisi ini sangat jarang terjadi. Dalam dunia medis, cyclopia diperkirakan hanya terjadi pada sekitar satu dari 100 ribu kehamilan. Sebagian besar janin dengan kondisi tersebut meninggal saat masih di dalam kandungan atau tidak bertahan lama setelah dilahirkan.

Selain memiliki satu mata di bagian tengah wajah atau dua mata yang menyatu, bayi dengan cyclopia umumnya juga mengalami kelainan lain seperti tidak memiliki hidung atau memiliki bentuk hidung menyerupai belalai di atas mata. Dalam beberapa kasus, kondisi ini juga disertai bibir sumbing, gangguan perkembangan tengkorak, hingga organ vital yang tidak berkembang sempurna.