Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tengah, Muhammad Irfan Sukarna, mengatakan, dampak cuaca ekstrem tidak hanya dirasakan Sulawesi Tengah, tetapi juga sejumlah provinsi tetangga di kawasan Sulawesi. Gangguan produksi pangan di daerah tersebut menyebabkan kelangkaan stok dan peningkatan permintaan pasokan dari Sulawesi Tengah sebagai salah satu daerah produsen terdekat.
Menurut Irfan, peningkatan permintaan antar daerah tersebut berpotensi mengurangi ketersediaan stok di dalam wilayah Sulawesi Tengah. Dengan arus keluar barang yang cukup tinggi, kondisi ini dapat menimbulkan kelangkaan pasokan di pasar lokal yang kemudian diikuti kenaikan harga.
“Kelangkaan stok di daerah tetangga akibat cuaca ekstrem mendorong peningkatan permintaan dari Sulawesi Tengah. Jika tidak diantisipasi, arus keluar barang yang tinggi bisa memicu kekurangan pasokan di dalam daerah dan berdampak pada kenaikan harga,” jelas Muhammad Irfan Sukarna.
Ia juga mengingatkan, periode libur panjang dan tradisi mudik menjelang Idul Fitri akan meningkatkan kebutuhan masyarakat secara signifikan. Lonjakan permintaan ini, jika tidak diimbangi dengan ketersediaan pasokan dan distribusi yang lancar, dapat memperbesar tekanan inflasi.
Untuk itu, Bank Indonesia bersama TPID mendorong penajaman implementasi framework 4K, yakni ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif. Keempat aspek tersebut dinilai menjadi kunci dalam menjaga stabilitas harga di daerah.
Beberapa langkah konkret yang disarankan antara lain mengintensifkan inspeksi mendadak (sidak) pasar untuk memantau harga dan stok barang, melaksanakan pasar murah di titik-titik strategis, serta mengoptimalkan neraca pangan daerah agar distribusi komoditas dapat dipantau secara berkala.
Selain itu, penguatan rantai distribusi dan perluasan kerja sama antar daerah juga dinilai penting untuk memastikan pasokan tetap terjaga. Kerja sama tersebut dapat berupa perjanjian pasokan komoditas tertentu maupun koordinasi distribusi antar wilayah guna menghindari penumpukan atau kekurangan stok di satu daerah.
Irfan optimistis bahwa dengan koordinasi yang baik dan pelaksanaan strategi yang terukur, inflasi Sulawesi Tengah dapat kembali berada dalam rentang yang terkendali dalam waktu dekat.
“Harapan kami saat bulan Maret, inflasi Sulawesi Tengah lebih melandai,” ujarnya.




