Tokoh lingkar tambang Poboya lainnya, Sofyan Aswin, juga mengajak warga untuk tetap solid dan menjaga ketertiban selama aksi berlangsung. Ia menegaskan bahwa ribuan keluarga di Poboya menggantungkan hidup dari aktivitas tambang rakyat. Jika tambang rakyat dihentikan tanpa solusi yang jelas, dampaknya akan sangat besar terhadap perekonomian warga.
“Lewat aksi ini, kami ingin tunjukkan niat baik kami. Jangan kami terus diserang dengan stigma negatif,” kata Sofyan.
Ia menegaskan bahwa masyarakat sudah berulang kali meminta kepada negara agar diberikan WPR, namun hingga kini belum ada kepastian.
“Kami sudah berupaya meminta kepada negara untuk diberi WPR. Tapi itu tak kunjung ada,” tandasnya.
Aksi ribuan penambang rakyat Poboya ini mencerminkan ketegangan antara kebutuhan hidup masyarakat dan kebijakan pengelolaan sumber daya alam. Di balik barisan massa dan truk yang terparkir di jalanan, tersimpan harapan agar negara hadir memberikan kejelasan dan keadilan bagi penambang rakyat di tanah mereka sendiri. ***









