Komisi 1 DPRD Provinsi Sulawesi Tengah menggelar kegiatan koordinasi dan komunikasi terkait mekanisme seleksi anggota Komisi Informasi, dengan menggali praktik dari sejumlah daerah lain, termasuk Provinsi Jawa Barat, 31 Juli 2025.

Pertemuan ini dipimpin oleh Wakil Ketua III Komisi 1 DPRD Sulteng, Ambo Dalle, serta dihadiri anggota komisi lainnya: Mahfud Masuara, Yusuf, Herry Utusan, dan Samiun. Mereka diterima oleh Ketua Tim Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat, Yulia Susanti, S.I.Kom.

Dalam diskusi, salah satu isu yang disoroti adalah kemungkinan pemberian “hak pertahanan” bagi spesialis yang sudah pernah mengikuti seleksi dan dinilai layak, sehingga tidak perlu lagi mengulang dari tahapan awal. Wacana ini diangkat oleh Samiun, yang mempertanyakan fleksibilitas dalam prosedur seleksi.

Pertukaran informasi juga mencakup perbandingan antara seleksi Komisi Penyiaran dan Komisi Informasi Keterbukaan Publik. Berdasarkan pengalaman dari Provinsi Sulawesi Barat, proses seleksi umumnya melibatkan Dinas Kominfo sebagai leading sector. Namun, untuk Komisi Penyiaran, hasil akhirnya tetap diserahkan ke DPRD melalui Komisi 1, yang sekaligus membentuk tim seleksi independen.

Komisi 1 DPRD Sulteng sendiri diketahui telah melaksanakan seleksi terhadap 14 kandidat, dan menetapkan 7 nama terpilih berdasarkan hasil fit and proper test. Seleksi dilakukan sesuai dengan regulasi yang memberi kewenangan penuh kepada DPRD melalui Komisi 1, khususnya untuk Komisi Penyiaran. Dalam praktiknya, penentuan hasil seleksi dilakukan dengan sistem peringkat berdasarkan nilai tertinggi. Lima peserta dengan nilai tertinggi ditetapkan sebagai calon utama, sementara tiga lainnya masuk sebagai calon cadangan.

Salah satu pertanyaan krusial yang muncul dalam pertemuan ini adalah apakah mekanisme serupa diterapkan di Provinsi Jawa Barat, baik untuk Komisi Penyiaran maupun Komisi Informasi. Jawaban atas pertanyaan ini diharapkan bisa menjadi bahan penyusunan tata kelola seleksi yang lebih tertata di Sulawesi Tengah. ***