Skrol untuk membaca pos

Inflasi Terkendali, Ekspor Sulteng Catat Surplus

Muh. Rifai
Foto: tangkapan Layar
A-AA+A++

Perekonomian Sulawesi Tengah pada Januari 2026 menunjukkan kondisi yang relatif stabil dengan inflasi bulanan yang masih terkendali. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tengah mencatat inflasi month to month (m-to-m) sebesar 0,01 persen, sementara inflasi year on year (y-on-y) mencapai 4,55 persen. Data ini disampaikan dalam rilis resmi BPS Sulawesi Tengah yang dipaparkan oleh Plt Kepala BPS Sulawesi Tengah, Imron Taufik J. Musa, pada kanal Youtube resmi BJS Sulteng, Senin, 2 Februari 2026.

Taufik menjelaskan, perkembangan inflasi Januari 2026 dipengaruhi oleh pergerakan harga di berbagai kelompok pengeluaran. Beberapa kelompok tercatat mengalami inflasi, sementara sebagian lainnya mengalami deflasi. Kondisi ini menunjukkan adanya keseimbangan antara tekanan kenaikan dan penurunan harga di tingkat konsumen.

Pada inflasi bulanan, kelompok yang mengalami kenaikan harga antara lain perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,06 persen. Selain itu, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga mengalami inflasi 0,11 persen. Kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan naik 0,01 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,42 persen, serta kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran sebesar 0,07 persen. Inflasi tertinggi secara bulanan tercatat pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mencapai 1,18 persen.

Di sisi lain, beberapa kelompok mengalami deflasi. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau tercatat mengalami penurunan harga sebesar 0,25 persen. Kelompok pakaian dan alas kaki turun 0,09 persen, kelompok kesehatan turun 0,17 persen, serta kelompok transportasi mengalami deflasi 0,22 persen. Sementara itu, kelompok pendidikan tercatat tidak mengalami perubahan indeks harga.

Jika dilihat secara tahunan, inflasi y-on-y Januari 2026 sebesar 4,55 persen terjadi karena kenaikan harga di sebagian besar kelompok pengeluaran. Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mencatat inflasi tertinggi sebesar 13,31 persen. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga mengalami kenaikan signifikan sebesar 13,09 persen. Selanjutnya, kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi 3,92 persen, kelompok pendidikan 2,93 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman sebesar 2,95 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,62 persen, kelompok kesehatan 1,02 persen, serta kelompok transportasi sebesar 0,67 persen.

Berita Lainnya

Inflasi Sulteng 3,31 Persen, Pemprov Perkuat Antisipasi Ramadan
Pemprov Sulteng Dorong Gerakan Pangan Murah, Tekan Harga Beras lewat GPM Mobile
Sulteng Masuk 10 Besar Inflasi Terendah Nasional
Kemiskinan di Sulawesi Tengah Turun 21.430 Jiwa