Skrol untuk membaca pos

Inflasi Terkendali, Ekspor Sulteng Catat Surplus

Muh. Rifai
Foto: tangkapan Layar
A-AA+A++

Inflasi tahunan masih dipengaruhi oleh kenaikan harga pada kelompok perumahan dan kelompok perawatan pribadi, terutama tarif listrik, bahan bakar rumah tangga, sewa rumah, serta emas perhiasan,” kata Imron Taufik.

Berdasarkan wilayah kabupaten dan kota, inflasi m-to-m pada Januari 2026 tercatat terjadi di Kota Palu sebesar 0,24 persen. Komoditas yang memberikan andil inflasi tertinggi di Kota Palu antara lain emas perhiasan, ikan segar, dan ikan cakalang. Kota Luwuk juga mengalami inflasi sebesar 0,07 persen dengan komoditas utama penyumbang inflasi berupa emas perhiasan, kue, buah, dan ikan selar.

Sementara itu, deflasi m-to-m terjadi di Kota Tolitoli sebesar 0,85 persen, yang dipengaruhi oleh turunnya harga ikan layang, cabai rawit, dan bawang merah. Kabupaten Morowali juga mengalami deflasi sebesar 0,13 persen dengan komoditas utama penyumbang deflasi berupa ikan katamba, ikan cakalang, dan bensin. Namun secara y-on-y, seluruh wilayah yang menjadi sampel Indeks Harga Konsumen di Sulawesi Tengah mengalami inflasi. Inflasi tertinggi tercatat di Kabupaten Tolitoli sebesar 6,54 persen, sedangkan terendah di Kabupaten Morowali sebesar 2,63 persen.

Selain inflasi, BPS Sulawesi Tengah juga melaporkan perkembangan Nilai Tukar Petani (NTP) pada Januari 2026. NTP tercatat sebesar 101,3 atau mengalami penurunan 0,58 persen dibandingkan Desember 2025. Penurunan ini dipengaruhi oleh turunnya indeks harga yang diterima petani serta indeks harga yang dibayar petani. Penurunan NTP terutama terjadi pada subsektor hortikultura yang turun sebesar 12,46 persen, sementara subsektor perikanan justru mengalami kenaikan NTP sebesar 2,07 persen.

Sejalan dengan itu, Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) juga mengalami penurunan sebesar 1,15 persen, dari 104,91 pada Desember 2025 menjadi 103,7 pada Januari 2026. Penurunan NTUP dipengaruhi oleh penurunan pada sebagian besar subsektor, kecuali subsektor perikanan yang masih mencatat kenaikan.

Dari sisi perdagangan luar negeri, BPS mencatat nilai ekspor Sulawesi Tengah pada Desember 2025 mencapai 2.339,6 juta dolar AS. Angka ini meningkat 276,27 juta dolar AS dibandingkan Desember 2024. Peningkatan ekspor terutama didorong oleh komoditas besi dan baja, nikel, serta bahan bakar mineral. Secara kumulatif, nilai ekspor Sulawesi Tengah sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai 22.316,46 juta dolar AS.

Berita Lainnya

Inflasi Sulteng 3,31 Persen, Pemprov Perkuat Antisipasi Ramadan
Pemprov Sulteng Dorong Gerakan Pangan Murah, Tekan Harga Beras lewat GPM Mobile
Sulteng Masuk 10 Besar Inflasi Terendah Nasional
Kemiskinan di Sulawesi Tengah Turun 21.430 Jiwa