Kajati Baru Pulang Kampung, Gubernur Sulteng: Ini Kebanggaan Kita Semua
Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Tengah yang baru, Nuzul Rahmat R, S.H., M.H., resmi menjalankan tugas di daerah yang pernah menjadi bagian penting dalam hidupnya. Masa kecilnya di kawasan Kamonji, Palu Barat, menjadi pengantar emosional atas penugasan barunya sebagai pimpinan institusi Adhyaksa di Bumi Tadulako.
Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., mengungkapkan bahwa kembalinya Nuzul Rahmat ke tanah kelahiran merupakan momen kebanggaan bagi daerah.
“Kebanggaan kita semua, seorang putra daerah kembali bertugas di daerah,” ujar Gubernur dalam acara malam ramah tamah di Hotel Santika, Kamis malam (17/7).
Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., Dirjen Pemberdayaan Kementerian Pekerja Migran Indonesia Dr. M. Fachri, S.STP., M.Si., Sekretaris Daerah Dra. Novalina, M.M., Wakapolda Sulteng Brigjen Pol Dr. Helmi Kuarta Kusuma P. Rauf, S.I.K., M.H., serta unsur Forkopimda dan perangkat daerah.
Sinergi antara Kejati dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menjadi harapan utama dari pertemuan tersebut. Gubernur Anwar Hafid berharap kehadiran Kajati baru bisa memberikan penguatan pengawalan terhadap 9 program prioritas pembangunan daerah (Nawa Cita) BERANI.
“Mudah-mudahan kita senantiasa bersinergi dan (pemerintah provinsi) mendapatkan pengawalan dalam membangun Sulawesi Tengah yang lebih baik,” katanya.
Gubernur juga menggambarkan perubahan besar yang telah dialami Sulteng dalam beberapa dekade terakhir. Dari yang awalnya hanya terdiri dari satu kota dan tiga kabupaten, kini menjadi 13 daerah administratif. Sulteng bahkan telah menjelma menjadi magnet investasi global, dengan kawasan industri nikel terbesar dunia di Morowali dan Morowali Utara yang menyerap lebih dari 20 ribu Tenaga Kerja Asing dan 300 ribu tenaga kerja dalam negeri.
Pertumbuhan pesat tersebut turut mendorong perekonomian Sulteng hingga menempati posisi kedua tertinggi secara nasional. Tidak hanya sektor industri, sektor pertanian juga menunjukkan capaian ekspor yang kuat, seperti durian lokal yang kini menembus pasar Tiongkok melalui jalur ekspor langsung dari Pelabuhan Pantoloan.
Secara khusus, Gubernur memberikan perhatian pada kemajuan pembangunan Kota Palu yang terus menggeliat pascabencana 2018. Ia menyebut Palu kini semakin ramai dan berkembang, menjadi salah satu pusat pertumbuhan yang memperkuat daya tarik Sulteng.
Di hadapan para tamu, Nuzul Rahmat mengungkapkan rasa terima kasih atas sambutan yang hangat dan memohon dukungan dalam melaksanakan tugasnya. Ia pun menyampaikan harapan sederhana yang mencerminkan kedekatannya secara personal dengan daerah ini.
“Mohon kami bisa diterima di kota yang penuh kenangan ini,” ucapnya.
Ia juga menyiratkan keinginan untuk menjalin kembali hubungan lama.
“Saya kembali akan mencari teman-teman masa kecil,” ujarnya sambil tersenyum.
Suasana malam ramah tamah pun berlangsung dalam nuansa keakraban, ditutup dengan penampilan musikal dari Kajati, Wakapolda, serta Gubernur yang berduet dengan Ketua TP PKK Ny. Sry Nirwanti Bahasoan. Lagu “Bintang” yang dibawakan mereka dengan iringan gitar dari Wakil Gubernur menjadi penutup suasana hangat yang menggambarkan sinergi antara jajaran Forkopimda dan Pemerintah Provinsi. ***
