Erman Lakuana Mulai Fokuskan Aspirasi Warga ke Bidang Ekonomi dan UMKM
Erman Lakuana kembali menegaskan komitmennya untuk menjembatani aspirasi warga dengan pemerintah daerah. Dalam reses ketiganya tahun ini, Ia menekankan pentingnya kesinambungan komunikasi antara DPRD dan masyarakat, bukan hanya sebagai kewajiban formal, tetapi juga untuk memelihara silaturahmi politik dan sosial yang telah terjalin selama masa pemilihan.
Ia mengatakan, kehadiran masyarakat dalam agenda reses bukan sekadar memenuhi undangan, melainkan bentuk penghargaan pada hubungan yang telah terbangun selama ini. Erman menyebut, meskipun kadang masih ada dinamika atau perbedaan, komunikasi tetap menjadi sarana utama untuk menyampaikan gagasan, keluhan, maupun rencana program yang bersifat partisipatif.
Salah satu poin yang banyak ia soroti dalam resesnya adalah tentang pembangunan infrastruktur yang menurutnya sudah sangat berkembang pesat di wilayah Kecamatan Mantikulore dan Palu Timur.
Dikatakan, pada periode kepemimpinan Wali Kota Hadianto Rasyid, banyak capaian yang sudah terlihat nyata, mulai dari perbaikan jalan, drainase, taman kota, sampai perbaikan kawasan lingkungan.
Menurutnya, kemajuan infrastruktur membuatnya kini lebih memfokuskan pembahasan reses pada aspek peningkatan ekonomi masyarakat.
“Kalau infrastruktur sudah hampir semua lorong tersentuh aspal, drainase juga sudah dibenahi. Jadi saya sekarang lebih banyak mengajak kita semua memikirkan program ekonomi. Seperti KUBE (Kelompok Usaha Bersama) dan UMKM kuliner yang punya potensi mengangkat kesejahteraan,” katanya saat reses di Talise Valangguni, Rabu malam, 16 Juni 2025.
Erman mengakui bahwa sistem pengajuan proposal saat ini memang lebih ketat dibanding beberapa tahun lalu. Jika dulu proposal bisa cepat dieksekusi dalam hitungan bulan, sekarang proses verifikasi dan penganggaran membutuhkan waktu lebih panjang, bahkan hingga satu tahun anggaran berikutnya. Karena itu, ia mengimbau masyarakat lebih sabar dalam menunggu realisasi program yang diusulkan.
“Terkadang orang berpikir kita lamban, padahal mekanismenya sudah berbeda. Sekarang kalau bapak ibu masukkan proposal, misalnya tahun ini, maka prosesnya kemungkinan terealisasi di tahun berikutnya. Itu aturan yang berlaku. Jadi bukan kami sengaja menunda,” jelasnya.
Selain itu, ia juga menyinggung kebijakan Wali Kota mengenai kebersihan kota. Penerapan denda bagi warga yang membuang sampah sembarangan memang sempat menuai pro dan kontra. Namun katanya, penting sekali mendukung kebijakan itu untuk menciptakan wajah Kota Palu yang lebih bersih.
“Kalau kita lihat dari kacamata positif, ini dorongan supaya kota kita rapi. Karena Palu adalah etalase Sulawesi Tengah. Orang yang datang dari luar tidak akan menilai Sigi atau Donggala dulu, tapi pasti melihat Palu,” katanya.
Ia juga mengapresiasi periode kepemimpinan Hadianto Rasyid dan Reny Lamadjido hingga berlanjut dua periode bersama Liliana Muhiddin. Menurutnya, kebijakan telah menghadirkan perubahan signifikan. Meski berbeda partai diperiode pertama Hadianto, ia menyatakan tetap mendukung program pemerintah kota jika tujuannya untuk kepentingan publik.
“Kita boleh beda politik, tapi kalau programnya baik dan menyentuh masyarakat, kita wajib mendukung,” tegasnya.
Terkait dengan usulan-usulan warga di Talise Valangguni, Erman mengaku sebagian besar aspirasi yang diajukan selama ini sudah terealisasi. Ia menyebut, tidak etis untuk mengklaim semua aspirasi terlaksana 100%, tetapi secara umum realisasi program cukup baik, kecuali jika memang ada warga yang belum sempat mengusulkan.
“Kalau tidak ada usulan, tentu tidak ada realisasi,” tambahnya.
Erman kembali mengajak masyarakat untuk terus terlibat aktif dalam pembangunan, termasuk dalam hal pemenuhan kewajiban seperti pajak dan retribusi sampah.
“Kalau kita ingin kota ini bersih, indah, dan ekonominya tumbuh, maka partisipasi warga menjadi kunci,” pungkas politisi Golkar itu. (Rfi)
