Audiensi antara Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, dan perwakilan asosiasi dealer mobil se-Sulteng pada Jumat (11/7/2025) menjadi ajang untuk menegaskan kembali pentingnya insentif pajak kendaraan bermotor (PKB) dalam menjaga daya saing harga kendaraan di daerah ini.

Dalam pertemuan itu, perwakilan asosiasi, Padlan, menyampaikan penghargaan kepada pemerintah provinsi yang telah memberlakukan penurunan tarif PKB sejak awal tahun. Menurutnya, kebijakan ini membantu menstabilkan harga kendaraan di tengah tekanan aturan pusat.

“Kami bersyukur, insentif ini membuat harga mobil tetap terjangkau bagi masyarakat. Sebelumnya ada kekhawatiran kenaikan karena perubahan rumus pembagian pajak antara pusat dan daerah, tapi alhamdulillah ditunda sampai Desember. Kami berharap penyesuaian tarif ini bisa diperpanjang hingga akhir tahun,” ucapnya.

Dealer menilai, selisih harga kendaraan dengan daerah lain seperti Makassar atau Balikpapan sering membuat konsumen Sulteng memilih membeli dan mendaftar kendaraan di luar provinsi. Perbedaan tarif pajak, biaya logistik, serta besaran insentif dealer menjadi alasan utama.

“Kalau selisih harga antar daerah bisa ditekan, masyarakat akan lebih memilih beli di sini. Ini menguntungkan karena pajaknya masuk ke kas daerah dan transaksi ekonomi lokal meningkat,” kata perwakilan dealer Toyota.

Menanggapi masukan tersebut, Gubernur Anwar Hafid menekankan perlunya keseimbangan antara kepentingan pendapatan daerah dan beban masyarakat. Ia memastikan pemerintah sedang menyiapkan langkah untuk memperpanjang insentif hingga Desember 2025.

“Pajak kendaraan itu memang sumber pendapatan daerah, tapi kalau tidak kompetitif, masyarakat bisa beli di daerah lain. Karena itu, kita cari titik tengah, tetap mendukung pendapatan daerah, tapi juga tidak membebani pembeli. Kalau dengan insentif ini transaksi meningkat, otomatis pendapatan kita ikut naik,” ujarnya.

Selain itu, Anwar Hafid membuka peluang kerja sama lebih erat antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan pihak pelabuhan untuk memangkas biaya distribusi kendaraan.

“Kalau pengiriman bisa langsung dari Surabaya ke pelabuhan-pelabuhan di Sulteng, harga bisa lebih murah dan kompetitif dibandingkan Sulsel atau Kaltim,” tambah Gubernur.

Pertemuan ini ditutup dengan kesepakatan awal untuk terus mengkaji dan mengevaluasi tarif PKB secara berkala, sembari memastikan kolaborasi pemerintah dan asosiasi dealer berjalan konsisten agar transaksi kendaraan lebih banyak dilakukan di Sulawesi Tengah. ***