- Percikan darah di kamar → Menunjukkan bahwa sesuatu telah terjadi sebelum Feni menghilang.
- Mobil yang ditemukan di tempat lain → Bisa jadi upaya untuk mengalihkan perhatian penyelidikan.
- Jasad yang baru ditemukan setahun kemudian → Apakah ada pihak yang sengaja menyembunyikannya selama ini?
- Mulut terikat dengan kain → Indikasi kuat bahwa korban mengalami tindakan kekerasan sebelum meninggal.
Kasus ini memiliki kemiripan dengan beberapa kasus hilangnya perempuan di Indonesia yang akhirnya berujung pada dugaan pembunuhan, seperti pembunuhan Vina Cirebon dan kasus Brigadir J yang melibatkan penghilangan bukti.
Harapan Keluarga: Keadilan untuk Feni
Meskipun keluarga telah menerima jasad Feni dan menggelar pemakaman pada 20 Februari 2025, mereka masih berjuang untuk mendapatkan keadilan. Mereka berharap pelaku segera ditangkap dan diadili.
“Kami hanya ingin tahu siapa yang tega melakukan ini kepada Feni. Dia tidak pantas mendapatkan akhir seperti ini,” ungkap salah satu anggota keluarga.
Banyak pihak yang kini mendesak kepolisian untuk bekerja lebih transparan dan progresif dalam mengusut kasus ini.
Bukan Sekadar Hilang, Ini Harus Diusut Tuntas
Kasus Feni Ere adalah alarm bagi kita semua, tentang betapa rentannya perempuan terhadap kekerasan hingga pembunuhan.
- Ini bukan sekadar kasus orang hilang, ini dugaan pembunuhan yang harus diusut hingga tuntas.
- Keluarga dan publik berhak mendapatkan jawaban, siapa yang bertanggung jawab atas kematian Feni?
- Tagar #JusticeForFeniEre harus lebih dari sekadar tren, tetapi dorongan nyata bagi kepolisian untuk menegakkan keadilan.
Kasus ini masih dalam penyelidikan, tetapi satu hal yang pasti, keadilan tidak boleh ditunda lagi. (Rfi)



