Ketika hendak kembali, mereka melihat sebuah saluran air.
“Tiba-tiba kami melihat sesuatu yang menyerupai tengkorak, tapi belum yakin apakah itu manusia atau bukan,” kata Oki. Untuk memastikan, ia memanggil temannya.
“Teman saya bilang sepertinya ini tengkorak manusia,” lanjutnya.
Merasa ketakutan, mereka segera meninggalkan lokasi dan melanjutkan perjalanan ke Toraja.
“Kami menemukannya hari Jumat, dan pada hari Minggu kami memutuskan kembali ke tempat itu bersama lima orang,” ungkapnya.
Saat kembali ke lokasi, ayam hutan yang sebelumnya mereka lihat muncul lagi, kali ini sedang memakan belatung di sekitar tengkorak.
“Ayam itu sedang memakan belatung di sekitar tengkorak. Akhirnya kami memastikan dengan melihat kerangka tulangnya,” tambah Oki.
Setelah memastikan bahwa itu benar-benar tengkorak manusia, mereka segera melaporkan temuan tersebut kepada seorang teman di Palopo dan menghubungi Babinsa setempat.
Oki juga mengungkapkan, bahwa tengkorak itu terlilit kain tepat di bagian mulutnya, menambah kejanggalan pada penemuan tersebut.
Pada 20 Februari 2025, setelah serangkaian pemeriksaan, identitas kerangka tersebut dipastikan sebagai Feni Ere. Kerangka kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Tagar #JusticeForFeniEre Viral, Publik Desak Penegakan Hukum
Penemuan ini memicu keprihatinan luas di media sosial, dengan tagar #JusticeForFeniEre menjadi viral sebagai bentuk desakan kepada pihak berwenang untuk mengusut tuntas kasus ini.
Publik menyoroti beberapa kejanggalan:
- Mengapa kasus ini berjalan begitu lama tanpa perkembangan signifikan?
- Bagaimana bisa mobil Feni ditemukan lebih dulu, tetapi keberadaannya sendiri baru terungkap setahun kemudian?
- Apakah ada keterlibatan orang-orang dekat dalam kasus ini?
Keluarga meyakini bahwa Feni adalah korban pembunuhan, terutama setelah menemukan darah di kamarnya dan fakta bahwa jasadnya ditemukan dalam kondisi mulut terikat.
Kasat Reskrim Polres Palopo, AKP Syed Ahmad Aidid, menyatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung dan sudah ada 10 saksi yang diperiksa. Namun, hingga saat ini belum ada tersangka yang ditetapkan.
Pembunuhan Berencana? Fakta yang Mesti Diungkap
Melihat pola kasus ini, ada beberapa indikasi bahwa Feni bukan sekadar korban kecelakaan atau kekerasan spontan, tetapi kemungkinan besar menjadi target pembunuhan yang direncanakan dengan matang.



