BPJN Sulteng mengaku sudah mengawasi secara ketat proyek pekerjaan PT AKAS wilayah I utamanya segmen Bambuan 3 Kilometer.
Meskipun sudah diawasi secara ketat oleh Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah (Sulteng), pekerjaan PT PT Anugerah Karya Agra Sentosa (AKAS) masih menyisahkan masalah.
Mulai dari dugaan pekerjaan tak sesuai spesifikasi, belum membayar pajak Galian C kurang lebih Rp1, 4 miliar, hingga ambruknya tanggul pasangan batu.
Untuk tanggul pasangan batu di segmen Bambuan, diakui bahwa titik tersebut terdapat tanah yang lunak dan rawa.
Kepala BPJN Sulteng, Dadi Murdadi mengucapkan terima kasih atas konfirmasi dan informasi yang disampaikan kepadanya.
Dia menjelaskan kegiatan proyek batas Kota Tolitoli-Silandou yang dilaksanakan oleh PT AKAS bahwa panjang efektif 27 Km.
“Di antara itu ada segmen Bambuan sepanjang 3k (km). Untuk segmen Bambuan penanganannya khusus dengan menggunakan metode timbunan pree loading,” turut Dadi saat dikonfirmasi, Rabu (30/10/2024).
Di mana kata Dia, segmen tersebut merupakan tanah lunak dan rawa, sehingga untuk memadatkan tanah perlu ditimbun dan di tinggikan.
“Untuk menunggu tanah konsolidasi atau padat butuh waktu sehingga sampai saat ini masih dilaksanakan timbunan,” katanya.
Alasannya, lanjut Dadi, karena kondisi cuaca hujan yang terus menerus dan terjadi beberapa kali banjir sehingga sering terjadi kerusakan timbunan yang membuat kondisi jalan becek sehingga kendaraan susah lewat.
“Kami sdh minta pihak kontraktor utk terus memperbaiki kondisi ini sepanjang pelaksanaan timbunan , kami juga mhn maaf atas ketidak nyamanan kondisi ini,” katanya.
Dadi akui, pekerjaan pasangan batu memang terjadi kerusakan akibat ada kejadian longsoran di dua titik.
Pihak BPJN katanya, sedang meneliti penyebabnya dan minta bantuan Balai Teknik Bina Marga supaya tidak terjadi longsor lagi.
“Mengenal material yang di gunakan semua sudah diuji di lab dan sudah sesuai spek Bina Marga terima kasih,” ungkapnya.
Tanggul Proyek Rp243 Miliar Milik BPJN Ambruk, Kontroversi PT AKAS Hingga Pernah ada Pekerja Tewas
Tanggul pasangan batu proyek jalan yang dikerjakan PT AKAS di wilayah Kabupaten Tolitoli segmen Bambuan sudah ambruk.









