Skrol untuk membaca pos

Ratusan Miliar Proyek Jalan Nasional Digarap PT AKAS di Sulteng. Diduga Gunakan Solar Subsidi

Muh. Rifai
A-AA+A++

Proyek Preservasi Ruas Jalan Bts Kota Tolitoli – Silondou (SBSN) yang di kerahakan oleh kontraktor asal Jawa Timur PT. Anugerah Karya Agra Sentosa atau PT AKAS di Kabupaten Tolitoli, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) dengan nilai kontrak Rp 243.248.394.300,00
diduga menggunakan Bahan Bakar Bersubsidi (BBM) jenis Solar.

Pekerjaan galian maupun timbunan di proyek tersebut, merupakan bagian dari pelaksanaan proyek preservasi jalan nasional ruas batas Tolitoli – Silondou.

Timbunan dan galian yang berada di areal proyek sepanjang puluhan kilomter ini, rata-rata diambil dari lokasi galian C di Wilayah Kecamatan Lampasio dan sekitarnya.

Dalam pelaksanaan proyek preservasi jalan ruas Batas Tolitoli – Silondou ini, mempercayakan kepada beberapa pengusaha lokal daerah, namun mirisnya dalam kegiatan ini justru pihak pelaksana proyek bersekongkol dengan para pengusaha lokal dalam menggunakan bahan bakar bersubsidi jenis Solar.

Hal ini di sampaikan oleh masyarakat setempat yang melihat lalu lalang kendaraan jenis mobil pick up tersebut melangsir BBM ke alat berat jenis excavator yang melalukan pekerjaan.

“Kita tidak tau dari mana asal BBM mereka, tapi diantar memakai mobil menuju lokasi yang berisi drigen 35 liter itu. Terkait salah atau tidak tentu kita sebagai masyarakat kurang memahami aturan,” kata mereka yang tidak mau disebutkan namanya, Selasa (1/11/2024).

Terkait persoalan BBM di PT AKAS tersebut, Praktisi Hukum Sulteng Abdul Razak yang berdomisili di Kabupaten Tolitoli, kepada media ini mengatakan bahwa kecurigaannya selama ini bisa jadi kenyataan.

Sebab BBM yang digunakan oleh kontraktor di PT AKAS itu, diduga berasal dari SPBU yang ada di wilayah Tolitoli seperti dari SPBU 74.94502 Kelurahan Tambun, Kecamatan Baolan, SPBU 74.94510 Jalan Malatuang Kota Tolitolu dan SPBU 74.94514 alamat Desa Sandana Tolitoli dan SPBU lainnya.

“Kita sudah survey kelokasi, disana ditemukan beberapa unit excavator sedang bekerja melakukan galian dan penimbunan. Dan dilokasi tidak ada ditemukan tanki BBM baik di lokasi camp atau rumah tempat tinggal para karyawan. Tentu, patut kita curigai dari mana BBM nya?,” Kata Razak