Skrol untuk membaca pos

DPRD Sulteng Hadiri Peringatan Harkanas 2022 di Parigi Moutong

Muh. Rifai
A-AA+A++

Wagub berharap Harkannas bisa menuai kesuksesan dan manfaat utamanya dalam mensosialisasikan pentingnya mengkonsumsi ikan bagi kehidupan untuk menjadikan masyarakat yang sehat dan tangguh dengan gemar makan ikan.

Wagub pun mengharapkan dapat memacu tingkat produktifitas hasil-hasil kelautan dan perikanan di Sulteng. Mengingat satu-satunya provinsi di pulau Sulawesi yang memiliki 4 wilayah pengelolaan perikanan (WPP) yakni WPP Selat Makassar, WPP Teluk Tolo, WPP Tomini, dan WPP Laut Sulawesi.

“Semoga dengan peringatan Harkannas ke-9 tahun 2022 ini dapat menjadikan Sulteng menuju kearah yang lebih baik lagi sehingga menjadikan Sulteng daerah yang lebih sejahtera dan lebih maju,” harapnya.

Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sakti Wahyu Trenggono, mengatakan bahwa dalam rangka menjaga peningkatan kerawanan pangan secara global telah menjadi perhatian dunia yang disampaikan dalam Forum G-20 di Bali pada tanggal 15-16 november 2022.

Kata Menteri, Organisasi Pangan Dunia FAO memprediksi bahwa tahun 2023 akan terjadi peningkatan kerawanan pangan tingkat akut secara global. Oleh karena itu, pihaknya telah melakukan langkah-langkah antisipatif untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

Menurutnya Indonesia kini telah menyiapkan suatu program yang bernama Roadmap Ekonomi Biru dengan tujuan untuk menjaga ekosistem laut yang berkelanjutan dan dapat memberikan kontribusi besar untuk mendukung ketahanan pangan nasional maupun global. Yakni dengan cara melakukan perluasan wilayah konservasi sebagai wilayah konservasi tertutup untuk menjaga fungsi serapan karbon dan menjadi tempat pemijahan ikan.

Penerapan kebijakan penangkapan ikan secara terukur berbasis kuota di 6 zona penangkapan ikan, pembangunan budidaya yang ramah lingkungan di wilayah laut, pesisir, dan darat dengan komoditas unggulan perikanan, udang, kepiting, lobster, dan rumput laut, serta penerapan program ‘Bulan Cinta Laut’ utamanya dalam penanganan sampah plastik di laut.

Ia menjelaskan, angka konsumsi ikan nasional pada tahun 2021 mencapai 55,16 kg/kapita setara ikan utuh segar. Maka diperkirakan pada tahun 2024 angka konsumsi ikan ditargetkan sebesar 62,5 kg/kapita setara ikan utuh segar.

Karena itu pihaknya sangat mendukung ketahanan pangan nasional melalui program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN) dengan indikator peningkatan angka konsumsi ikan nasional. Gerakan ini dapat menjangkau seluruh wilayah kabupaten/kota yang termasuk juga pada wilayah dengan tingkat prevalensi stunting yang tinggi.