WhatsApp Image 2026-10-26 at 23.12.47

Dolar Menguat Jelang FOMC, Mampukah Harga Emas Bertahan?

Muh. Rifai
Creative Ai
A-AA+A++

Harga emas dunia kembali menghadapi tekanan pada Selasa, 27 Oktober 2026, setelah dolar Amerika Serikat menguat menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed). Penurunan harga ke bawah US$4.000 per troy ounce membuat prospek XAU/USD rentan terhadap koreksi lanjutan, terutama jika bank sentral AS memberikan sinyal kebijakan moneter yang lebih ketat.

Berdasarkan data Reuters yang menjadi acuan Radar XAU/USD, harga emas spot tercatat US$3.995,89 per troy ounce pada pukul 09.29 GMT atau 17.29 WITA, turun 0,5 persen. Angka tersebut merupakan kuotasi pada waktu pelaporan, bukan harga real-time saat ini.




Penguatan dolar AS menjadi salah satu faktor utama yang membebani logam mulia. Indeks dolar dilaporkan naik 0,3 persen dan mendekati level tertinggi dalam dua minggu. Kondisi ini membuat emas yang diperdagangkan menggunakan dolar relatif lebih mahal bagi pembeli dengan mata uang lain.

Tekanan terhadap emas juga berkaitan dengan perubahan ekspektasi suku bunga. Investor memperkirakan The Fed mempertahankan suku bunga dalam pertemuan Oktober, tetapi pasar tetap mencermati kemungkinan kenaikan suku bunga pada Desember. Reuters melaporkan peluang kenaikan pada akhir tahun telah diperhitungkan sekitar 80 persen oleh pelaku pasar.

Suku bunga yang bertahan tinggi dapat mengurangi daya tarik emas karena aset tersebut tidak memberikan imbal hasil bunga. Jika ekspektasi kebijakan ketat semakin kuat, dolar dan imbal hasil obligasi berpotensi meningkat, sehingga memperbesar tekanan terhadap harga emas.

Di sisi lain, risiko inflasi energi menambah ketidakpastian. Harga minyak Brent berada di sekitar US$116 per barel dalam data yang menjadi acuan analisis ini. Ketegangan di Timur Tengah, termasuk laporan serangan Houthi terhadap Arab Saudi, turut meningkatkan kekhawatiran mengenai keamanan pasokan energi.

Kenaikan harga minyak dapat menciptakan dua dampak berbeda bagi emas. Ketidakpastian geopolitik berpotensi meningkatkan permintaan aset aman, tetapi inflasi energi yang bertahan tinggi juga dapat membuat bank sentral mempertahankan suku bunga pada tingkat tinggi lebih lama. Untuk sementara, penguatan dolar dan ekspektasi suku bunga menjadi tekanan utama yang perlu diperhatikan trader.

Berita Lainnya

Dolar Menguat, Harga Emas Hadapi Risiko Penurunan Menuju US$3.800
Prediksi XAU/USD Jelang FOMC 29 Oktober 2026, Waspadai Pergerakan Dua Arah
Harga Emas Hari Ini dan Pekan Depan: Inflasi AS Memanas, Peluang Rebound Masih Terbuka
XAU/USD Jelang CPI AS: Emas di US$4.160, Level Ini Jadi Penentu!
Jadwal Lengkap News XAU/USD Oktober 2026, Data AS Berpotensi Guncang Pergerakan XAU/USD
Gold Melemah di US$4.275, Pasar Kian Waspada Kenaikan Bunga The Fed