Sekretariat DPRD Sulteng Ikuti Bimtek di Jakarta

JAKARTA – Jajaran Sekretariat DPRD Provinsi Sulteng mengikuti Bimbingan Teknis ( Bimtek) Peningkatan Peran dan Fungsi Aparatur Sekretariat DPRD dalam menunjang kegiatan dewan di Hotel Ibis Tamarin Jakarta, berlangsung Kamis 4 hingga 7 Agustus 2022.

Ikut dalam bimtek ini masing masing, Hosana Meylien Lantu, Rikky Ferdinan Mamesah, Vengkly R.W Laula, Fahmid, Tri Wahyuningsih, Zainal, Susanti Korompot, Moh.Ma’arif, Rahmat dan Deby Rizki Miranda.

Adapun materi yang disajikan antara lain adalah peran dan fungsi kehumasan, keprotokoleran dan risalah rapat dalam setiap kegiatan-kegiatan dewan. Materi tersebut relevan dan sangatlah penting dalam menunjang kerja-kerja dewan.

Dosen Fakultas Komunikasi Prodi Publik Relations Universitas Mercu Buana Jakarta Dr.Hj.Ispawati Asri,MM yang menjadi narasumber dalam kegiatan ini menyampaikan, Publik Relations atau Humas dan Protokol harus mampu berkomunikasi yang baik secara lisan dan tulisan.

“Juga mempunyai kemampuan nalar yang kuat, kemampuan leadership dan bekerja dalam tim, mampu berfikir dan bersikap positif, cepat mengambil inisiatif, beretika dan bermoral yang baik, dan bersikap loyal, serta percaya diri dan memiliki daya tarik secara personal dan secara tim,” terangnya.

Sementara itu juga salah satu naras sumber Dr.Rozi Beni,MH,M.Si, menyampaikan bahwa seorang perisalah legislatif harus bisa dan mampu menghindari hal-hal yang sifatnya urgent atau fatal dalam melakukan kegiatan risalah rapat, seperti salah kira, adanya intervensi/bujukan dari pihak yang berkepentingan (paksaan), dan rekayasa hasil rapat (tipuan).

“Karena dimana risalah rapat tersebut adalah merupakan sumber informasi, dokumen pertanggung jawaban, bagian/pendukung bukti, petunjuk/pedoman, dan menjadi suatu penilaian dan peninjauan daripada hasil-hasil pelaksanaan rapat,” jelasnya.

“Karena setiap pelaksanaan kegiatan-kegiatan rapat seorang perisalah dituntut harus selalu membuat berita acara dan risalah rapat dengan menggunakan kaidah 5w+1h sehingga bahasa yang tertuang mudah dipahami, dan tidak menimbulkan multitafsir,” tambahnya.

Komentar