Laporan Consumer Price Index (CPI) Oktober dijadwalkan dirilis Selasa, 10 November. Data tersebut berpotensi menjadi penentu arah ekspektasi kebijakan The Fed menjelang pertemuan Desember.
Apabila inflasi tercatat lebih tinggi dari perkiraan, spekulasi kenaikan suku bunga berpotensi semakin kuat. Kondisi tersebut dapat memberikan dukungan tambahan bagi dolar dan yield Treasury, sekaligus meningkatkan tekanan terhadap harga emas.
Sebaliknya, apabila inflasi menunjukkan perlambatan, pasar berpeluang mengurangi ekspektasi pengetatan moneter. Situasi ini dapat membuka ruang bagi XAU/USD untuk kembali menguat.
Selain CPI, investor juga akan mencermati laporan Producer Price Index (PPI) yang dijadwalkan terbit Jumat, 13 November.
Kedua indikator tersebut menjadi perhatian karena dapat memberikan gambaran mengenai perkembangan tekanan harga di tingkat konsumen maupun produsen.
Analisis Teknikal: US$4.037 Jadi Support Awal
Dari sisi teknikal, harga emas masih berada di atas pivot mingguan sekitar US$4.037. Area ini menjadi level penting untuk mempertahankan peluang pemulihan dalam jangka pendek.
Jika tekanan beli kembali meningkat, XAU/USD perlu melewati resistance US$4.106–US$4.142 untuk membuka peluang pengujian berikutnya di US$4.188 hingga US$4.304.
Namun, apabila harga gagal mempertahankan posisi di atas US$4.037, tekanan jual berpotensi meningkat.
Penembusan support US$3.940 dapat membawa emas menguji area US$3.921 hingga US$3.872.
Untuk perdagangan 9–13 November, pergerakan XAU/USD diperkirakan masih volatil dengan kecenderungan konsolidasi dan risiko bearish.
Kekuatan data tenaga kerja AS, meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga, serta pergerakan dolar dan yield Treasury menjadi faktor yang perlu dicermati trader.
Arah berikutnya akan sangat bergantung pada hasil CPI Oktober. Data inflasi tersebut berpotensi memperkuat tekanan terhadap emas atau justru memberikan ruang bagi pembeli untuk kembali menguasai pasar. (Red)




