Ia berharap Bank Sampah Sintuvu dapat menjadi percontohan bagi desa-desa lain di Kabupaten Donggala.
Meski menunjukkan perkembangan, pengelolaan Bank Sampah Sintuvu masih menghadapi tantangan dalam pengangkutan, pemilahan, administrasi, dan tata kelola. Kelompok pengelola masih membutuhkan pendampingan serta dukungan berbagai pihak untuk membangun sistem yang berkelanjutan.
Bagi YKL Indonesia dan Yayasan Bonebula, penguatan bank sampah merupakan bagian dari upaya mendorong pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat sekaligus mendukung penghidupan yang lebih berkelanjutan.
Program SOLUSI merupakan kemitraan Pemerintah Indonesia melalui Bappenas dan Pemerintah Jerman melalui Inisiatif Iklim Internasional (IKI). Program ini bertujuan merespons degradasi lahan dan bentang laut, memperkuat ketahanan ekosistem, serta mendukung penghidupan masyarakat yang adaptif terhadap perubahan iklim.
Bagi warga Lalombi, perubahan bisa dimulai dari langkah sederhana: memilah sampah dari rumah. Selain membantu memenuhi kebutuhan keluarga, kebiasaan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan bagi generasi berikutnya.
Seperti disampaikan Lilian, “Sampah yang kita pilah hari ini adalah lingkungan yang lebih baik untuk anak cucu kita nanti.” ***









