WhatsApp Image 2026-10-26 at 23.12.47

Barcelona Kokoh di Puncak LaLiga, Unggul Tiga Poin dari Real Madrid

Muh. Rifai
Barcelona. Foto: Ai
A-AA+A++

Levante mampu menghasilkan tujuh tembakan tepat sasaran, sedangkan Barcelona mencatat enam.

Yang lebih menarik, nilai expected goals kedua tim juga cukup berdekatan. Barcelona berada di angka sekitar 2,63 xG, sementara Levante mencapai 2,46.




Artinya, pertandingan ini jauh lebih seimbang dalam penciptaan peluang dibandingkan kesan yang muncul dari skor akhir.

Barcelona memang lebih banyak menguasai bola, tetapi Levante mampu menciptakan peluang berkualitas ketika mendapatkan ruang.

Dan dua gol Levante menjadi bukti paling jelas.

Masalah Barcelona bukan pada kemampuan mengontrol bola. Itu sudah terlihat.

Pekerjaan rumahnya adalah bagaimana menjaga kontrol ketika lawan mulai berani keluar menyerang.

Yamal Jadi Pembeda, Adeyemi Jadi Penutup

Dari sisi individu, Lamine Yamal kembali menjadi salah satu pemain paling menentukan.

Dua golnya membuat Barcelona punya fondasi kuat untuk mengamankan kemenangan. Raphinha juga memberikan kontribusi penting melalui kreativitasnya, termasuk assist untuk gol Yamal.

Di lini tengah, Rodri membantu Barcelona mempertahankan dominasi penguasaan bola. Sementara di belakang, Pau Cubarsí dan Andreas Christensen menjadi bagian penting ketika Barcelona harus menghadapi tekanan Levante.

Namun penghargaan khusus juga layak diberikan kepada Adeyemi.

Masuk sebagai pemain pengganti, ia tidak membutuhkan banyak waktu untuk meninggalkan pengaruh. Ketika pertandingan membutuhkan pemain yang mampu mengubah situasi dengan kecepatan dan keberanian, Adeyemi menjawabnya.

Itulah kedalaman skuad yang ingin dimiliki Barcelona.

Ketika permainan tidak berjalan sesuai rencana, masih ada pemain dari bangku cadangan yang bisa memberikan perbedaan.

Start Sempurna, tetapi Ada Catatan untuk Flick

Lima pertandingan, lima kemenangan.

Barcelona kini mengoleksi 15 poin dan menjadi satu-satunya tim yang masih sempurna setelah lima pertandingan LaLiga.

Mereka juga terus menunjukkan produktivitas tinggi. Namun kemenangan atas Levante sekaligus memberikan peringatan kecil untuk Hansi Flick.

Unggul 3-0 lalu membiarkan lawan mendekat menjadi 3-2 jelas bukan skenario yang ideal.

Barcelona tidak boleh terlalu nyaman hanya karena mereka menguasai bola. Melawan tim yang lebih kuat, kehilangan kontrol seperti itu bisa dihukum lebih keras.

Di sisi lain, kemampuan Barcelona untuk tetap menemukan cara menang juga patut diapresiasi.