Barcelona kembali menunjukkan ketajamannya. Bertandang ke markas Sevilla di Ramón Sánchez-Pizjuán, Sabtu (19/9/2026), Blaugrana sempat tertinggal lebih dulu sebelum bangkit dan menang 3-1.
Semua gol Barcelona diborong Raphinha.
Penyerang asal Brasil itu mencetak hat-trick sekaligus memperpanjang rangkaian kegilaannya di awal musim 2026/2027. Dalam tujuh pertandingan La Liga, Raphinha sudah mengoleksi 12 gol dan kini memimpin daftar pencetak gol sementara.
Yang membuat catatan tersebut semakin menarik, hat-trick ke gawang Sevilla merupakan hat-trick kedua Raphinha secara beruntun. Sebelumnya, ia juga mencetak tiga gol ketika Barcelona menghancurkan Racing Santander 7-2 pada 16 September.
Jadi, hanya dalam dua pertandingan, Raphinha sudah mencetak enam gol.
Barcelona Sempat Terkejut
Barcelona tidak langsung mendapatkan pertandingan yang mudah.
Sevilla justru mampu mencuri keunggulan lebih dahulu melalui Youssouf Fofana. Namun keunggulan tuan rumah hanya bertahan beberapa menit.
Raphinha kemudian menyamakan kedudukan dan mengubah arah pertandingan. Setelah itu, Barcelona mulai menemukan kontrol permainan dan lebih nyaman mengembangkan serangan.
Di sinilah peran Raphinha terasa sangat besar.
Dimainkan lebih ke tengah sebagai penyerang, pemain Brasil tersebut tidak lagi sekadar menunggu bola di sisi lapangan. Ia aktif mencari ruang di antara bek, bergerak ke kotak penalti, sekaligus menjadi tujuan akhir serangan Barcelona.
Dua gol berikutnya memastikan pesta Raphinha.
Barcelona pun pulang membawa kemenangan 3-1 dan mempertahankan rekor sempurna di La Liga. Kemenangan tersebut menjadi kemenangan liga ketujuh secara beruntun.
Bahkan jika seluruh kompetisi dihitung, Barcelona sudah memenangi delapan pertandingan pertama musim ini. Klub juga mencatatkan start terbaik dalam sejarahnya dengan delapan kemenangan dari delapan laga awal.
Raphinha Sedang Berada di Level Berbeda
Angka 12 gol dari tujuh pertandingan La Liga tentu bukan statistik biasa.
Barcelona mencatat Raphinha sudah mengoleksi 14 gol dalam delapan pertandingan di semua kompetisi. Dua gol lainnya ia cetak di Liga Champions.
Yang juga menarik, tiga golnya melawan Sevilla membentuk perfect hat-trick: satu menggunakan kaki kanan, satu melalui sundulan, dan satu dengan kaki kiri.







