Skrol untuk membaca pos

BRI Raup Laba Rp31,2 Triliun, UMKM Tetap Jadi Fondasi

Muh. Rifai
Foto: Arsip BRI
A-AA+A++

Hery mengatakan pembiayaan dan pemberdayaan menjadi dua bagian yang saling melengkapi. BRI ingin pelaku UMKM tidak hanya memperoleh modal, tetapi juga mendapatkan pendampingan agar mampu mengembangkan bisnis dan masuk ke ekosistem usaha yang lebih besar.

“Bagi BRI, pembiayaan dan pemberdayaan merupakan satu kesatuan. Kami ingin menciptakan siklus pertumbuhan yang berkelanjutan: UMKM memperoleh akses keuangan, mendapatkan pemberdayaan dan pendampingan, meningkatkan kapasitas usahanya, kemudian naik kelas,” kata Hery.

Untuk menjaga pertumbuhan ke depan, BRI menjalankan transformasi melalui BRIVolution Reignite. Strategi ini mencakup penguatan sumber dana murah, pengembangan kanal digital, penguatan bisnis mikro, serta pencarian sumber pertumbuhan baru.

BRI juga mengembangkan bisnis melalui pendekatan ekosistem dan value chain. Pengembangan produk, penentuan target nasabah, serta perluasan layanan bullion bank menjadi bagian dari strategi tersebut.

Dengan strategi itu, BRI berupaya mengurangi ketergantungan pada satu sumber pertumbuhan. Bisnis mikro tetap menjadi kekuatan utama, sementara segmen consumer, small-medium-commercial, corporate, dan new core dikembangkan untuk memperluas basis bisnis.

“Capaian tersebut menunjukkan bahwa transformasi mulai kami konversikan menjadi kinerja. Bagi kami, yang terpenting bukan hanya seberapa cepat BRI bertumbuh, tetapi bagaimana pertumbuhan tersebut dihasilkan dari fundamental yang semakin sehat,” ungkap Hery.

Kinerja hingga Triwulan II 2026 memperlihatkan arah tersebut. Laba meningkat 17,5%, kredit tumbuh 16,2%, biaya dana turun, efisiensi membaik, dan NPL ikut menurun.

Bagi BRI, pertumbuhan bisnis selanjutnya akan tetap diarahkan untuk menjaga keseimbangan antara ekspansi dan kualitas aset. Di saat yang sama, UMKM tetap menjadi basis utama agar pertumbuhan perusahaan berjalan bersama perkembangan ekonomi masyarakat. ***