Skrol untuk membaca pos

BRI Raup Laba Rp31,2 Triliun, UMKM Tetap Jadi Fondasi

Muh. Rifai
Foto: Arsip BRI
A-AA+A++

Kombinasi pertumbuhan bisnis dan perbaikan fundamental tersebut ikut mendorong peningkatan tingkat pengembalian modal. Return on Equity (ROE) BRI naik dari 16,6% menjadi 18,8%. Sementara itu, Return on Asset (ROA) tetap berada di kisaran 2,7%.

“Berbagai indikator tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan yang kami capai semakin berkualitas. Funding semakin efisien, efisiensi operasional membaik, kualitas aset semakin sehat, dan kemampuan BRI dalam menghasilkan return juga semakin kuat,” kata Hery.

Di tengah pertumbuhan tersebut, BRI tetap mempertahankan UMKM sebagai pusat bisnisnya. Hingga akhir Juni 2026, kredit yang disalurkan kepada sektor UMKM mencapai Rp1.235,4 triliun atau tumbuh 8,6% secara tahunan.

Jumlah tersebut setara dengan 75,1% dari total portofolio kredit dan pembiayaan BRI Group. Porsi tersebut menunjukkan bahwa meskipun perseroan mulai memperluas sumber pertumbuhan ke berbagai segmen, bisnis UMKM masih menjadi fondasi utama.

“BRI tetap konsisten menjadikan UMKM sebagai core business. Kami percaya pertumbuhan BRI harus berjalan beriringan dengan pertumbuhan pelaku usaha dan aktivitas ekonomi masyarakat,” ujar Hery.

Aktivitas UMKM sendiri masih menunjukkan kondisi yang cukup baik. Indeks Bisnis UMKM naik dari 102,5 pada akhir 2025 menjadi 104,7 pada Triwulan I 2026. Angka di atas 100 menunjukkan aktivitas bisnis UMKM masih berada dalam fase ekspansi.

BRI juga tidak hanya mengandalkan penyaluran kredit untuk mengembangkan UMKM. Perseroan menjalankan berbagai program pemberdayaan yang menyasar pelaku usaha dari tingkat desa hingga komunitas.

Program Desa BRILiaN telah menjangkau lebih dari 5.700 desa binaan hingga Juni 2026. Sementara program Klasterku Hidupku telah menjangkau lebih dari 44 ribu klaster usaha.

Pemberdayaan juga dilakukan melalui platform digital LinkUMKM yang telah menjangkau sekitar 17,3 juta pelaku UMKM. Adapun Rumah BUMN telah melibatkan sekitar 596 ribu pelaku UMKM hingga Juni 2026.

Dari sisi pembiayaan pemerintah, BRI menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp103,8 triliun sepanjang Januari hingga Juni 2026. Penyaluran tersebut diberikan kepada lebih dari 2 juta debitur.

Jika dihitung sejak 2015 hingga Juni 2026, total penyaluran KUR BRI telah mencapai Rp1.539 triliun kepada 48,4 juta nasabah.