Dengan pendekatan tersebut, perkembangan kendaraan hybrid dan kendaraan listrik tidak hanya diharapkan meningkatkan jumlah kendaraan rendah emisi di jalan raya. Pemerintah juga ingin memastikan bahwa perubahan teknologi tersebut diikuti peningkatan kapasitas produksi dan kemampuan industri nasional.
Transformasi otomotif juga berjalan bersamaan dengan agenda pemerintah untuk mengurangi emisi sektor transportasi. Indonesia memiliki target mencapai Net Zero Emission (NZE) pada 2060. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah mendorong penggunaan berbagai teknologi dan sumber energi rendah emisi sesuai karakteristik moda transportasi dan kebutuhan operasional.
Selain kendaraan listrik dan hybrid, pemerintah memperluas pemanfaatan bahan bakar nabati serta mengembangkan teknologi hidrogen. Biodiesel 50 atau B50 juga terus didorong sebagai bagian dari pemanfaatan energi domestik sekaligus upaya mengurangi ketergantungan terhadap impor energi.
Kebijakan energi tersebut berkaitan erat dengan upaya menjaga ketahanan energi nasional. Di tengah perubahan kondisi ekonomi global, pemerintah melakukan diversifikasi sumber energi dan meningkatkan pemanfaatan energi dalam negeri. Pemanfaatan B50 juga diharapkan membantu menjaga stabilitas harga energi dan menahan tekanan terhadap inflasi.
Di saat yang sama, pemerintah tetap menjaga pertumbuhan ekonomi melalui investasi dan industrialisasi. Berdasarkan data BKPM, investasi pada Semester I 2026 tumbuh sekitar 7,2 persen, terutama pada sektor manufaktur dan rantai pasoknya.
Kebutuhan listrik dan gas yang meningkat turut menunjukkan adanya aktivitas investasi. Perkembangan sektor digital, termasuk data center, juga membutuhkan dukungan energi yang semakin besar. Karena itu, pemerintah mendorong pengembangan energi terbarukan dan peningkatan kapasitas produksi panel surya di dalam negeri untuk mendukung kebutuhan energi hijau sektor industri.
Airlangga mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Semester I 2026 mencapai 5,45 persen. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi tetap dapat berjalan bersamaan dengan upaya menjaga stabilitas harga.
“Pertumbuhan ekonomi di Semester satu itu sudah 5,45 persen. Indonesia dibandingkan negara ASEAN atau di negara G20 termasuk top three di atas. Dan kita bisa mencapai pertumbuhan tinggi dengan inflasi yang rendah,” ujar Airlangga dalam wawancara bersama jurnalis senior Desi Anwar.









