Dari sisi finansial, hasil pembinaan tersebut bahkan dapat menghasilkan pemasukan dalam jumlah besar. Klub yang mendidik pemain internasional Spanyol peraih Piala Dunia sebelum mereka pindah ke klub lain telah memperoleh lebih dari 466 juta euro dari biaya transfer sepanjang karier para pemain tersebut.
Nilai tersebut belum memperhitungkan kompensasi pelatihan, mekanisme solidaritas, dan pendapatan lain yang berkaitan dengan proses perpindahan pemain.
Sementara itu, sembilan pemain juara dunia yang masih berada di klub tempat mereka menjalani pembinaan memiliki nilai olahraga dan aset sekitar 545 juta euro. Keberadaan mereka memberi keuntungan tersendiri karena klub dapat mempertahankan pemain berkualitas tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk mendatangkan pengganti dari pasar transfer.
Fenomena tersebut juga terlihat dalam penggunaan pemain binaan sendiri di kompetisi domestik. Pada musim 2025/26, klub-klub LALIGA mencatat 20,1 persen dari total menit pertandingan dimainkan oleh pemain yang mereka kembangkan sendiri.
Persentase itu menjadi yang tertinggi di antara lima liga utama Eropa. Ligue 1 berada di angka 16,1 persen, Bundesliga 11,9 persen, Premier League 8,3 persen, dan Serie A 7,6 persen.
Athletic Club menjadi klub dengan penggunaan pemain binaan sendiri paling tinggi, mencapai 69,5 persen dari total menit bermain. Real Sociedad berada di angka 55,2 persen, FC Barcelona 47,5 persen, RC Celta 43,1 persen, CA Osasuna 26,1 persen, dan Sevilla FC 25 persen.
Valencia CF mencatat 23,8 persen, sedangkan Real Madrid mencapai 23,1 persen.
Data tersebut memberikan gambaran bahwa klub tidak harus meninggalkan sistem akademi untuk bersaing di level tertinggi. Sebaliknya, pemain yang tumbuh dari sistem internal dapat menjadi bagian penting dari strategi kompetitif sekaligus mengurangi beban klub di pasar transfer.
Pola yang sama juga terlihat di LALIGA HYPERMOTION. Real Racing Club, RC Deportivo, dan Málaga CF menjadi tiga klub yang berhasil promosi ke LALIGA EA SPORTS, sekaligus termasuk tim yang banyak memberikan menit bermain kepada lulusan akademi.
Málaga menjadi pemimpin dalam penggunaan pemain binaan sendiri dengan 57,3 persen menit bermain. Racing mencatat 21,4 persen, sedangkan Deportivo 17,7 persen.









