Skrol untuk membaca pos

Akademi Jadi Mesin Uang Baru Klub-Klub Spanyol

Muh. Rifai
Lamine Yamal. Foto: Instagram @lamineyamal
A-AA+A++

Ketiganya juga memiliki jumlah lulusan akademi yang cukup besar dalam skuad. Málaga memiliki 11 pemain binaan sendiri, Racing sembilan pemain, dan Deportivo enam pemain.

Selain menghasilkan pemain yang bernilai ekonomi tinggi, sistem pembinaan Spanyol juga dinilai membentuk pemain yang mampu beradaptasi. Hal tersebut terlihat dari perbedaan karakter permainan Spanyol ketika menjuarai Euro 2024 dan Piala Dunia 2026.

Tim juara Eropa 2024 menggunakan permainan yang lebih langsung dan mengandalkan transisi. Dua tahun kemudian, Spanyol tampil sebagai juara dunia dengan pendekatan yang lebih terhubung dan mengutamakan penguasaan bola.

Perubahan pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pemain yang dibentuk dalam sistem akademi tidak terpaku pada satu gaya permainan. Mereka memiliki kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan kebutuhan pelatih dan situasi pertandingan.

Model itu menjadi bagian dari Rencana Akademi Pemuda yang kini dijalankan LALIGA bersama 42 klub profesional. Program tersebut mencakup pengembangan struktur akademi, metodologi, infrastruktur, sumber daya, dukungan pemain, serta persiapan menuju sepak bola profesional.

LALIGA juga memasukkan aspek perlindungan pemain, pendidikan melalui konsep karier ganda, dan perlindungan anak dalam indikator kinerja program. Tahun ini, sistem tersebut diperkuat melalui sertifikasi AENOR-LALIGA yang mencakup 66 KPI dan akan diverifikasi melalui audit.

Pengalaman Spanyol juga mulai dibawa ke luar negeri. LALIGA telah bekerja sama dengan klub, federasi, dan liga di Irak, China, Vietnam, serta Peru. Bentuk kerja samanya mencakup pembangunan struktur sepak bola akar rumput, konsultasi akademi, hingga pelatihan bagi direktur akademi dan pelatih usia muda.

Dengan demikian, akademi menjadi lebih dari sekadar jalur menuju tim utama. Bagi klub Spanyol, sistem tersebut dapat menjadi tempat mencetak pemain, menjaga identitas permainan, menghasilkan pemasukan transfer, sekaligus membangun aset olahraga untuk jangka panjang.

Prestasi tim nasional dan keberhasilan klub di kompetisi domestik kemudian menjadi gambaran dari sistem yang dibangun secara bertahap. Selama investasi terhadap pemain muda terus berjalan, akademi berpotensi tetap menjadi salah satu sumber utama kekuatan sepak bola Spanyol. ***