Setelah mendapat dukungan dari keluarga, Novan menetapkan keputusannya sebagai keputusan final. Dipa akhirnya terpaksa diam meski terlihat sangat kesal. Sena pun menerima jabatan tersebut dan berjanji akan bekerja sebaik mungkin untuk menjaga kepercayaan yang diberikan kepadanya.
Bagi Sena, jabatan baru itu bukan hanya soal karier. Ia melihat kesempatan tersebut sebagai jalan untuk melanjutkan penyelidikannya terhadap berbagai kejanggalan yang selama ini berkaitan dengan Rian dan Dipa Andika. Dengan akses yang lebih luas ke sistem perusahaan, Sena berharap bisa menemukan bukti-bukti yang selama ini dicarinya.
Sementara itu, Davina tampak sangat bahagia. Ia merasa kini tidak perlu lagi menjaga jarak dengan Sena karena mereka akan kembali bertemu setiap hari di kantor. Perasaan yang selama ini dipendam Davina kepada Sena pun terlihat semakin kuat.
Di sisi lain, operasi penangkapan Danang yang telah disiapkan polisi bersama Sena dan tim ternyata gagal. Danang tidak muncul di lokasi yang telah dipantau. Polisi menduga Danang mulai menyadari bahwa dirinya sedang diawasi sehingga memilih menghilang dan memutus semua jejak, termasuk menghancurkan kartu SIM miliknya.
Meski demikian, Danang ternyata berhasil menemukan tempat perlindungan baru. Ia menemui Julian, seorang teman lama yang pernah diselamatkannya di masa lalu. Julian menyambut Danang dengan hangat dan bahkan bersedia menyediakan kendaraan, uang tunai, serta identitas baru untuk membantu pelariannya.
Fakta mengejutkan terungkap saat Julian mengaku bahwa Dipa Andika sempat memintanya untuk menghabisi Danang. Namun karena merasa berutang nyawa kepada Danang, Julian menolak permintaan tersebut. Ia bahkan mengungkap bahwa beberapa orang lain juga menolak tawaran serupa karena menghormati Danang.
Di saat bersamaan, Dipa semakin gelisah melihat Sena kembali mendapat tempat di keluarga Kusuma. Kemarahannya memuncak ketika secara sengaja hampir menabrak Sena di jalan. Meski tidak terjadi apa-apa, kejadian itu memperlihatkan bahwa Dipa mulai kehilangan kendali.
Tidak berhenti sampai di situ, Dipa kembali berusaha mencari orang untuk membunuh Danang. Namun satu per satu orang yang dihubunginya menolak karena merasa memiliki utang budi kepada Danang. Kondisi tersebut membuat Dipa semakin frustrasi hingga muncul kemungkinan ia akan bertindak sendiri.



