Pendataan korban jiwa maupun jumlah warga yang mengungsi juga masih berlangsung. Hingga laporan terakhir diterima, BPBD belum merilis angka resmi karena proses verifikasi masih dilakukan oleh petugas di lapangan.
Besarnya jumlah gempa susulan dalam waktu relatif singkat menjadi salah satu perhatian utama pascagempa. Selain berpotensi menambah kerusakan pada bangunan yang sudah terdampak, gempa susulan juga dapat memicu longsor maupun gangguan pada infrastruktur yang kondisinya telah melemah akibat guncangan pertama.
Karena itu, masyarakat diminta tidak lengah meskipun kondisi mulai berangsur normal. Warga diimbau menjauhi bangunan yang mengalami retak atau kerusakan, serta terus memantau informasi resmi dari BMKG dan BPBD terkait perkembangan aktivitas gempa di Sulawesi Tengah. (Rfi)







