Seorang buronan narkoba internasional asal Australia, Angelo Pandeli, berhasil ditangkap oleh Bareskrim Polri di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Penangkapan dilakukan saat Angelo hendak terbang menggunakan jet pribadi menuju Mozambik.

Penangkapan ini merupakan hasil kerja sama antara Bareskrim Polri, Imigrasi, Bea Cukai, serta dukungan informasi dari Australian Federal Police (AFP) dan Drug Enforcement Administration (DEA). Operasi tersebut dilakukan setelah aparat mendapatkan informasi mengenai keberadaan Angelo yang masuk dalam daftar pencarian internasional.

Saat diamankan, Angelo diketahui menggunakan identitas palsu sebagai warga negara Brasil. Ia bahkan sempat berusaha menghindari petugas dengan bersembunyi di toilet pesawat sebelum akhirnya berhasil ditemukan dan ditangkap.

Dari hasil penggeledahan, petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa telepon genggam, paspor dengan beberapa identitas berbeda, kartu identitas, kartu perbankan, kartu SIM, serta uang tunai sebesar 600 dolar AS.

Berdasarkan informasi dari otoritas internasional, Angelo Pandeli diduga merupakan salah satu tokoh dalam jaringan kejahatan terorganisasi lintas negara. Ia disebut memiliki peran dalam pengiriman prekursor narkotika ke Australia dan diduga memiliki hubungan dengan kelompok motor terlarang Hells Angels.

Penyidik saat ini masih mendalami berbagai barang bukti yang ditemukan untuk mengungkap jaringan yang terkait dengan tersangka. Hasil penyelidikan tersebut juga akan dikoordinasikan dengan pihak berwenang di Australia sebagai bagian dari kerja sama penegakan hukum internasional.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso, menegaskan bahwa kerja sama lintas negara menjadi kunci dalam memberantas kejahatan narkotika yang semakin kompleks.

“Kami akan terus memperkuat kerja sama internasional dalam memburu pelaku kejahatan narkotika lintas negara. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antarnegara sangat penting dalam menghadapi ancaman kejahatan transnasional yang semakin kompleks,” ujar Eko dalam keterangannya, Kamis (11/6).

Penangkapan Angelo Pandeli menjadi salah satu keberhasilan aparat Indonesia dalam membantu memburu pelaku kejahatan narkotika internasional. Polisi kini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam jaringan yang sama. (Red)