Skrol untuk membaca pos

Muswil IKA PMII Sulteng dan Harapan Besar di Tangan Isram Said Lolo

Muh. Rifai
Isram Said Lolo. Foto: Istimewa
A-AA+A++

Pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil) Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Sulawesi Tengah kali ini terasa lebih dari sekadar agenda organisasi yang rutin digelar setiap lima tahun sekali. Forum ini memang akan memilih kepengurusan baru, namun yang jauh lebih penting adalah bagaimana Muswil menjadi ruang untuk menentukan arah gerak alumni PMII dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan daerah.

Di tengah perubahan sosial, ekonomi, dan politik yang berlangsung begitu cepat, keberadaan organisasi alumni tidak bisa hanya menjadi simbol kebersamaan masa lalu. IKA PMII dituntut hadir dengan gagasan, jaringan, dan kontribusi nyata bagi masyarakat. Karena itu, Muswil kali ini membawa ekspektasi yang cukup tinggi dari banyak kalangan alumni maupun kader PMII.

Salah satu hal yang menarik perhatian adalah kehadiran Isram Said Lolo, S.Ag., M.Ag. sebagai Ketua Panitia. Penunjukan sosok yang dikenal memiliki latar belakang akademik dan keagamaan tersebut dinilai memberi warna tersendiri dalam pelaksanaan Muswil.

Diketahui, Penunjukan Isram Said Lolo sebagai Ketua Panitia berdasarkan SK PB IKA PMII tertuang dalam SK Panitia No: 06/A-1 PB IKA-PMII/VI/2026.

Bagi sebagian alumni, figur Isram bukan hanya dipandang sebagai pelaksana teknis kegiatan. Lebih dari itu, ia dianggap mampu menjaga agar forum tetap berada pada rel yang semestinya, yakni menjadi ruang pertukaran gagasan dan konsolidasi pemikiran. Dalam konteks organisasi alumni, hal ini tentu sangat penting.

Tidak dapat dipungkiri bahwa forum-forum organisasi sering kali diwarnai dinamika kepentingan. Namun ketika kepanitiaan dipimpin oleh figur yang memiliki tradisi intelektual yang kuat, harapannya Muswil tidak hanya berkutat pada siapa yang akan menjadi ketua berikutnya. Yang lebih utama adalah bagaimana organisasi mampu merumuskan agenda besar yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Sulawesi Tengah.

Latar belakang Isram Said Lolo sebagai akademisi menjadi modal yang cukup berharga. Kehadirannya diyakini mampu menghadirkan suasana diskusi yang lebih substantif, di mana perdebatan yang muncul berangkat dari gagasan dan solusi, bukan semata-mata persaingan antar kelompok.

Muswil juga menjadi momentum penting untuk menyatukan kembali potensi besar alumni PMII yang tersebar di berbagai sektor. Saat ini, alumni PMII Sulawesi Tengah berkiprah di banyak bidang, mulai dari birokrasi, dunia pendidikan, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, hingga politik.