Skrol untuk membaca pos

PSG Pertahankan Gelar Liga Champions Setelah Kalahkan Arsenal Lewat Adu Penalti

Muh. Rifai
Foto: Tangkapan Layar
A-AA+A++

Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal berakhir sehingga pertandingan harus dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu. Pada fase ini, PSG tetap mendominasi penguasaan bola, tetapi pertahanan Arsenal kembali tampil disiplin dan sulit ditembus.

Karena tidak ada tambahan gol selama 120 menit pertandingan, juara Liga Champions musim ini akhirnya ditentukan melalui adu penalti. Ini menjadi final Liga Champions pertama yang harus ditentukan lewat adu penalti sejak tahun 2016.

Dalam babak adu penalti, PSG tampil lebih tenang dibandingkan Arsenal. Eberechi Eze gagal menjalankan tugasnya setelah tendangannya melenceng dari sasaran. PSG juga sempat kehilangan peluang ketika eksekusi Nuno Mendes berhasil ditepis David Raya.

Namun, momen penentu datang saat Gabriel maju sebagai penendang Arsenal. Bek asal Brasil itu gagal mencetak gol setelah tendangannya melambung di atas mistar gawang. Kegagalan tersebut memastikan PSG keluar sebagai pemenang sekaligus mempertahankan trofi Liga Champions.

Keberhasilan ini membuat PSG menjadi tim pertama yang mampu mempertahankan gelar Liga Champions sejak Real Madrid melakukannya pada 2018. Meski sempat tertinggal di awal pertandingan, PSG menunjukkan mental juara dengan terus bermain sabar hingga akhirnya keluar sebagai pemenang.

Vitinha terpilih sebagai Pemain Terbaik Pertandingan berkat penampilan impresifnya di lini tengah. Gelandang asal Portugal itu menjadi pengatur permainan PSG dan berperan besar dalam menjaga ritme serangan tim sepanjang laga.

Pengamat UEFA, Alex Clementson, menilai ketenangan menjadi faktor utama keberhasilan PSG. Menurutnya, para pemain tetap berpegang pada filosofi permainan mereka meski sempat tertinggal lebih dulu.

Di sisi lain, reporter Arsenal, Joe Terry, menyebut pertandingan ini sebagai pertarungan dua kekuatan yang seimbang. Serangan PSG dan pertahanan Arsenal sama-sama tampil solid sehingga pertandingan berlangsung ketat hingga babak adu penalti.

Meski gagal meraih gelar, Arsenal tetap pantas mendapat apresiasi atas perjalanan mereka musim ini. Tim asuhan Mikel Arteta menunjukkan semangat juang, disiplin, dan kebersamaan yang membawa mereka melangkah hingga partai final Liga Champions. (Rfi)