Final Liga Champions UEFA selalu menjadi panggung lahirnya berbagai rekor dan momen bersejarah. Setelah Paris Saint-Germain mencatat kemenangan telak 5-0 atas Inter pada final 2025, daftar rekor kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa itu kembali mengalami perubahan.

Dari pemain dengan koleksi gelar terbanyak, pencetak gol terbanyak di final, pelatih tersukses, hingga klub yang paling sering tampil di partai puncak, seluruh catatan tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang Liga Champions dan sebelumnya Piala Eropa.

Melansir laman UEFA, untuk kategori pemain, Dani Carvajal dan Luka Modric menjadi pemegang rekor gelar Liga Champions UEFA terbanyak dengan enam trofi bersama Real Madrid. Di bawah mereka terdapat Karim Benzema, Toni Kroos, dan Cristiano Ronaldo yang masing-masing mengoleksi lima gelar.

Meski demikian, terdapat beberapa perbedaan antara jumlah gelar yang dimiliki pemain dan jumlah final yang benar-benar mereka mainkan. Toni Kroos misalnya memiliki enam medali juara, tetapi hanya tampil dalam lima kemenangan final karena tidak bermain pada final 2013. Situasi serupa dialami Casemiro yang mengoleksi lima gelar namun hanya terlibat langsung dalam empat kemenangan final setelah absen pada partai puncak 2014.

Gareth Bale, Isco, dan Marcelo juga memiliki lima gelar Liga Champions atas nama mereka. Namun ketiganya hanya tampil dalam empat kemenangan final karena tidak dimainkan saat Real Madrid menjuarai kompetisi pada 2022.

Nacho Fernandez turut menjadi bagian dari enam skuad juara Real Madrid, walaupun hanya bermain pada final 2018 dan 2024. Sementara itu, Lionel Messi, Gerard Pique, Raphael Varane, dan Xavi Hernandez sama-sama mengoleksi empat gelar Liga Champions, tetapi tidak semuanya bermain pada setiap final yang menghasilkan trofi tersebut.

Lucas Vazquez tercatat masuk dalam lima skuad juara Real Madrid dan tampil pada final 2016, 2022, serta 2024. Adapun Mateo Kovacic memiliki empat medali juara Liga Champions, namun hanya satu kali bermain di final ketika Chelsea mengalahkan Manchester City pada 2021.

Jika menghitung era Piala Eropa secara keseluruhan, Francisco Gento tetap menjadi salah satu legenda terbesar kompetisi dengan enam gelar bersama Real Madrid. Catatan tersebut kini disamai Dani Carvajal dan Luka Modric, sementara Cristiano Ronaldo, Paolo Maldini, Alfredo Di Stefano, Jose Maria Zarraga, Karim Benzema, serta Toni Kroos mengoleksi lima gelar.

Dalam urusan tampil di final, Cristiano Ronaldo, Dani Carvajal, Toni Kroos, Luka Modric, dan Paolo Maldini sama-sama sudah enam kali bermain pada partai puncak Liga Champions era modern. Namun secara keseluruhan, Francisco Gento masih memegang rekor dengan delapan penampilan final bersama Real Madrid.

Soal produktivitas gol di final, Cristiano Ronaldo menjadi pencetak gol terbanyak pada era Liga Champions UEFA dengan empat gol. Gareth Bale berada di posisi berikutnya dengan tiga gol. Sejumlah nama lain seperti Samuel Eto’o, Filippo Inzaghi, Daniele Massaro, Lionel Messi, Sergio Ramos, Raul Gonzalez, Mario Mandzukic, Hernan Crespo, Diego Milito, Karl-Heinz Riedle, Vinicius Junior, dan Desire Doue masing-masing mencetak dua gol.

Pada era Piala Eropa, rekor gol terbanyak di final masih dipegang Alfredo Di Stefano dan Ferenc Puskas yang sama-sama mengoleksi tujuh gol. Cristiano Ronaldo berada di bawah mereka dengan empat gol.

Ferenc Puskas juga tercatat sebagai pemain yang mencetak gol terbanyak dalam satu final setelah memborong empat gol saat Real Madrid mengalahkan Eintracht Frankfurt 7-3 pada final tahun 1960. Rekor tersebut belum mampu dilampaui hingga saat ini.

Di jajaran pelatih, Carlo Ancelotti menjadi sosok paling sukses dengan lima gelar Liga Champions. Dua trofi diraih bersama AC Milan pada 2003 dan 2007, sedangkan tiga lainnya dipersembahkan untuk Real Madrid pada 2014, 2022, dan 2024.

Zinedine Zidane menempati posisi berikutnya dengan tiga gelar beruntun bersama Real Madrid pada 2016, 2017, dan 2018. Prestasi itu menjadikannya satu-satunya pelatih yang mampu memenangkan tiga final Liga Champions secara beruntun.

Ancelotti juga menjadi pelatih dengan jumlah penampilan final terbanyak, yakni enam kali. Ia unggul atas Marcello Lippi, Sir Alex Ferguson, Pep Guardiola, Jurgen Klopp, dan Miguel Munoz yang masing-masing empat kali mencapai partai puncak.

Beberapa pelatih berhasil membawa lebih dari satu klub ke final Liga Champions. Nama-nama tersebut antara lain Carlo Ancelotti, Jupp Heynckes, Ottmar Hitzfeld, Jurgen Klopp, Jose Mourinho, Pep Guardiola, Thomas Tuchel, dan Luis Enrique.

Dari sisi klub, Real Madrid masih menjadi tim yang paling sering tampil di final Liga Champions UEFA dengan sembilan penampilan pada era modern. AC Milan, Bayern Munchen, dan Juventus menyusul dengan enam penampilan, sementara Barcelona dan Liverpool masing-masing lima kali tampil di partai puncak.

Jika seluruh sejarah Piala Eropa dihitung, Real Madrid sudah mencapai 18 final. AC Milan dan Bayern Munchen sama-sama mengoleksi 11 final, Liverpool 10 final, Juventus sembilan final, serta Barcelona delapan final.

Real Madrid juga menjadi klub tersukses dalam sejarah kompetisi dengan 15 gelar juara. AC Milan berada di posisi kedua dengan tujuh gelar, disusul Liverpool dan Bayern Munchen yang masing-masing mengoleksi enam trofi, serta Barcelona dengan lima gelar.

Di sisi lain, Juventus menjadi klub yang paling sering merasakan kekalahan di final dengan tujuh kali gagal menjadi juara. Bayern Munchen dan Benfica masing-masing mengalami lima kekalahan final.

PSG kemudian menciptakan sejarah baru pada 31 Mei 2025. Kemenangan 5-0 atas Inter Milan menjadi kemenangan terbesar yang pernah terjadi dalam final Liga Champions maupun Piala Eropa. Rekor tersebut melampaui sejumlah kemenangan besar sebelumnya, termasuk Real Madrid 7-3 atas Frankfurt pada 1960 dan kemenangan 4-0 yang pernah dibukukan Bayern Munchen serta AC Milan.

Final dengan jumlah gol terbanyak hingga kini masih dipegang laga Real Madrid kontra Frankfurt pada 1960 yang menghasilkan 10 gol. Sementara pada era Liga Champions UEFA, rekor tersebut menjadi milik final Liverpool melawan AC Milan pada 2005 yang berakhir 3-3 sebelum The Reds menang melalui adu penalti.

Di kategori individu lainnya, Dino Zoff masih menjadi pemain tertua yang pernah tampil di final pada usia 41 tahun 86 hari. Paolo Maldini memegang rekor pencetak gol tertua di final pada usia 36 tahun 333 hari dan juga menjadi pemain tertua yang berhasil memenangkan trofi pada usia 38 tahun 331 hari.

Sebaliknya, Antonio Simoes tercatat sebagai pemain termuda yang tampil sekaligus memenangkan final pada usia 18 tahun 139 hari bersama Benfica. Rekor pencetak gol termuda masih menjadi milik Patrick Kluivert yang mencetak gol untuk Ajax saat berusia 18 tahun 327 hari.

Dalam sejarah kompetisi, sejumlah final harus ditentukan melalui perpanjangan waktu maupun adu penalti. Bahkan final 1974 antara Bayern Munchen dan Atletico Madrid menjadi satu-satunya partai puncak yang harus diulang karena pertandingan pertama berakhir imbang.

Dari sisi negara, Inggris menjadi negara dengan jumlah klub finalis paling beragam dengan sembilan wakil berbeda yang pernah mencapai final. Sementara Spanyol menjadi negara dengan jumlah finalis terbanyak sepanjang sejarah, yakni 31 kali penampilan di partai puncak hingga musim 2025/26.

Seluruh catatan tersebut menunjukkan bagaimana final Liga Champions terus menghadirkan sejarah baru dari generasi ke generasi. Kemenangan PSG pada 2025 menjadi salah satu bab terbaru yang menambah panjang daftar rekor dalam kompetisi paling prestisius di level klub Eropa. (Red)