Kilasan masa lalu kemudian memperlihatkan suasana Kerajaan Espería sekitar 70 tahun lalu. Pada saat itu, kerajaan disebut memiliki dua sosok bintang terkenal, yakni Permaisuri Candle dan Brook yang dikenal dengan julukan “Si Bersandung”.
Dalam narasi masa lalu tersebut, Candle diperkenalkan sebagai mantan komandan kesatria pengawal kerajaan yang kemudian menjadi permaisuri raja. Sosoknya digambarkan sangat populer di kalangan rakyat.
“FUFU… RAMAI SEKALI, YA…” kata Candle di hadapan para penonton opera.
Di sisi lain, Brook disebut sebagai seorang pria dengan kemampuan musik yang sering dihina, namun dikenal sebagai maestro tebasan kilat yang mampu menebas lawannya tanpa disadari korban.
Pertunjukan Brook di gedung opera memicu kekaguman penonton setelah ia menggunakan jurus “Three-Verse Humming: Arrow-Notch Slash”. Penonton dibuat terkejut ketika menyadari semua musuh telah ditebas dalam sekejap.
“ITU JURUS TEBASAN KILAT MILIK KAPTEN BROOK!!!” teriak salah satu penonton.
“DIA KEREN BANGET!” sambung penonton lainnya.
Namun suasana damai itu berubah ketika kelompok gangster bernama Sindikat Murlon mulai bergerak. Mereka diketahui mengincar Permaisuri Candle dan berusaha mendatangi gedung opera.
Beberapa warga mulai panik karena khawatir Candle akan diculik. Informasi mengenai pasukan berkuda milik sindikat yang bergerak dari pelabuhan menuju kota semakin memperburuk keadaan.
“Jumlah kesatria pengawal yang berada di kota hanya sedikit, sehingga mereka kalah jumlah!” ujar salah seorang warga.
Dalam kilasan tersebut, Brook terlihat berusaha memahami situasi yang semakin aneh. Beberapa orang mulai menduga bahwa wanita misterius itu memiliki kepribadian berbeda.
“Ada kemungkinan dia dikendalikan oleh seseorang?!” kata seorang tokoh.
“Rasanya seolah dia memiliki tiga kepribadian berbeda,” lanjut tokoh lainnya.
Mereka menyebut ada sosok yang terlihat baik, sosok yang membantu mereka, dan sosok lain yang menyerupai iblis. Setelah melakukan sesuatu, kepribadian wanita tersebut disebut berubah kembali menjadi sosok mengerikan.
Situasi menjadi semakin mencekam ketika ledakan besar terjadi dan para raksasa mulai berubah menjadi iblis. Salah satu karakter bahkan mulai mempertanyakan apakah wanita tersebut masih bisa diselamatkan atau tidak.




