Secara pengalaman, PSG mungkin lebih unggul. Mereka sudah terbiasa bermain dalam tekanan besar dan memiliki memori juara dari musim lalu. Namun Arsenal punya sesuatu yang sulit diukur statistik: momentum dan rasa lapar.
Belum terkalahkan sepanjang kompetisi memberi Arsenal kepercayaan diri besar. Mereka juga memiliki pertahanan terbaik yang bisa menjadi kunci untuk meredam agresivitas PSG.
Di sisi lain, PSG memiliki kualitas individu yang mampu mengubah pertandingan dalam satu momen. Kvaratskhelia, Ousmane Dembélé, hingga Vitinha menjadi ancaman nyata bagi pertahanan Arsenal.
Final di Budapest ini bukan sekadar duel dua klub besar. Ini adalah pertarungan tentang legitimasi.
PSG ingin membuktikan bahwa mereka telah resmi menjadi dinasti baru Eropa. Arsenal ingin menunjukkan bahwa proyek panjang Arteta akhirnya mencapai puncak.
Satu tim akan menutup musim dengan kejayaan sempurna. Satu tim lainnya harus menerima kenyataan pahit berada selangkah dari sejarah. (Rfi)







