Meta resmi memperkenalkan fitur baru bernama Obrolan Incognito dengan Meta AI, sebuah layanan percakapan privat berbasis kecerdasan buatan yang dirancang untuk menjaga kerahasiaan pengguna. Fitur ini diumumkan sebagai bagian dari pengembangan teknologi Pemrosesan Privat yang memungkinkan percakapan dengan AI berlangsung tanpa bisa diakses pihak lain, termasuk oleh Meta sendiri.
Peluncuran fitur ini dilakukan di tengah meningkatnya penggunaan AI dalam kehidupan sehari-hari. Banyak pengguna kini memanfaatkan layanan AI untuk mencari informasi, meminta saran, hingga membahas persoalan pribadi seperti kesehatan, keuangan, pekerjaan, maupun hubungan sosial. Kondisi tersebut membuat isu privasi menjadi perhatian utama dalam pengembangan teknologi AI modern.
Meta menyebut Obrolan Incognito hadir untuk memberikan ruang aman bagi pengguna saat berinteraksi dengan Meta AI. Dalam pernyataan resminya, perusahaan menegaskan bahwa percakapan yang dilakukan dalam mode ini tidak dapat dibaca siapa pun selain pengguna itu sendiri.
“Obrolan Incognito dengan Meta AI benar-benar privat, tidak seorang pun bisa membaca percakapan Anda, bahkan kami pun tidak,” tulis Meta dalam pengumumannya.
Fitur tersebut dibangun menggunakan sistem Pemrosesan Privat yang memungkinkan pesan diproses di lingkungan aman dan terisolasi. Dengan teknologi itu, Meta mengklaim data percakapan tidak tersimpan di server yang dapat diakses perusahaan maupun pihak luar.
Selain itu, percakapan yang dibuat dalam mode incognito juga bersifat sementara. Secara default, pesan akan menghilang secara otomatis setelah sesi selesai sehingga pengguna dapat mengeksplorasi ide, berdiskusi, atau mencari bantuan AI tanpa meninggalkan jejak percakapan permanen.
Meta menjelaskan bahwa pendekatan ini berbeda dengan beberapa layanan AI lain yang sebelumnya telah menghadirkan mode serupa. Menurut perusahaan, sejumlah layanan memang menawarkan fitur incognito, namun masih dapat melihat pertanyaan pengguna dan respons AI yang dihasilkan. Meta menilai sistem yang mereka bangun memiliki tingkat perlindungan privasi yang lebih tinggi.
Perusahaan juga mengaitkan pengembangan fitur baru ini dengan langkah mereka satu dekade lalu saat memperkenalkan enkripsi end-to-end di layanan pesan instan. Teknologi tersebut kini telah menjadi standar keamanan komunikasi digital di berbagai platform.









