Swatch kembali mencuri perhatian lewat peluncuran koleksi terbaru bernama Royal Pop. Koleksi ini hadir dari kolaborasi Swatch dengan Audemars Piguet yang menggabungkan desain ikonik Royal Oak dengan gaya POP khas Swatch era 1980-an.

Royal Pop menghadirkan delapan jam tangan kantong dengan tampilan penuh warna dan sentuhan Pop Art yang unik. Koleksi ini dibuat untuk penggemar fashion, seni, hingga kolektor jam tangan yang mencari desain berbeda dari biasanya.

Salah satu hal yang menarik dari koleksi ini adalah penggunaan versi terbaru mesin SISTEM51 milik Swatch. Teknologi tersebut kini hadir dalam kaliber tangan dan dipadukan dengan detail artistik yang membuat tampilannya lebih berani dan modern.

“Koleksi ini menjadi perpaduan kreativitas dan warisan dua merek Swiss,” tulis keterangan resmi peluncuran Royal Pop.

Swatch juga menghadirkan dua model desain klasik, yaitu Lépine dan Savonnette. Model Lépine tampil tanpa penutup depan, sedangkan Savonnette memiliki penutup yang memberi kesan lebih klasik dan elegan.

Koleksi Swatch Royal Pop mulai tersedia pada 16 Mei di sejumlah toko Swatch pilihan di berbagai negara. Kehadirannya diprediksi bakal menarik perhatian para kolektor karena tampil beda dengan konsep jam tangan kantong modern yang jarang ditemui saat ini.

Antusiasme pembeli terhadap koleksi ini juga terlihat di beberapa toko Swatch dunia. Perusahaan bahkan menutup sejumlah toko lebih awal pada Sabtu setelah peluncuran Bioceramic Royal Pop memicu antrean panjang dan kerumunan besar.

Salah satu toko yang ditutup berada di pusat perbelanjaan Valley Fair, San Jose, California. Banyak pelanggan disebut sudah mengantre sejak sebelum toko dibuka demi mendapatkan jam saku edisi terbatas tersebut.

Dalam unggahan Instagram resminya, Swatch menyebut penutupan sementara dilakukan karena “pertimbangan keselamatan publik” akibat lonjakan permintaan terhadap koleksi terbaru mereka. Meski toko telah ditutup, antrean pembeli masih terlihat mengular hingga sekitar pukul 13.30 waktu setempat. (Rfi)