Di tengah isu pembersihan akun bot, Meta juga mengumumkan langkah baru terkait pengawasan usia pengguna melalui teknologi kecerdasan buatan atau AI. Perusahaan menyebut sistem tersebut dirancang untuk membantu mendeteksi pengguna berusia di bawah 13 tahun di platform mereka.
Melalui blog resminya, Meta menjelaskan teknologi AI akan menganalisis berbagai elemen akun untuk mencari petunjuk terkait usia pengguna. Sistem tersebut dapat memeriksa ucapan ulang tahun, percakapan soal sekolah, bio profil, komentar, caption, hingga unggahan tertentu yang dianggap mengindikasikan usia masih di bawah ketentuan minimum.
Jika sistem AI mendeteksi sebuah akun kemungkinan digunakan oleh anak di bawah usia 13 tahun, akun tersebut dapat dinonaktifkan sementara. Pemilik akun kemudian diwajibkan menjalani proses verifikasi usia agar akun tidak dihapus permanen.
Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya perhatian pemerintah dan lembaga hukum di Amerika Serikat terhadap keamanan anak di internet. Meta menghadapi tekanan dari berbagai pihak untuk memperketat perlindungan terhadap pengguna remaja di platform digital mereka.
Di Indonesia, Meta juga mulai menyesuaikan kebijakan mereka dengan aturan baru pemerintah terkait keamanan anak dan remaja di ruang digital melalui PP Tunas.
Di Blog resminya, perusahaan menyatakan tengah bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (KOMDIGI) untuk memenuhi ketentuan yang berlaku.
Meta menyampaikan bahwa pengguna di bawah usia 16 tahun di Indonesia berpotensi terdampak aturan tersebut jika layanan Meta nantinya dikategorikan sebagai platform berisiko tinggi. Dalam kondisi tertentu, akun remaja bisa dinonaktifkan sesuai ketentuan regulasi yang berlaku.
Perusahaan memastikan pengguna akan menerima pemberitahuan terlebih dahulu sebelum akun dinonaktifkan. Meta juga menyiapkan mekanisme banding dan verifikasi usia bagi pengguna yang merasa terkena dampak secara tidak sengaja.
Bagi pengguna berusia 16 tahun ke atas yang akunnya ikut terdampak, Meta menyebut proses verifikasi usia akan disediakan agar akun dapat dipulihkan dengan mudah. Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya perusahaan menjaga keamanan pengguna sekaligus mematuhi regulasi digital di berbagai negara.
Meski belum ada konfirmasi resmi mengenai skala pasti pembersihan akun kali ini, banyak pengguna meyakini Instagram tengah memperluas upaya membersihkan akun palsu demi meningkatkan kualitas platform. Fenomena penurunan followers secara massal pun diperkirakan masih akan terus menjadi perhatian pengguna media sosial dalam beberapa waktu ke depan. (Rfi)









