RS Undata Pacu Layanan dan Pendidikan Spesialis Menuju Rumah Sakit Internasional
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny Lamadjido menargetkan RS Undata menjadi rumah sakit bertaraf internasional.
Target itu disampaikan saat membuka Survey Verifikasi Lapangan Rumah Sakit Pendidikan (RSP) dan Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPPU) oleh Kementerian Kesehatan di RS Undata, Kamis (7/5).
Reny menilai kegiatan tersebut menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas layanan RS Undata sekaligus memperpanjang status rumah sakit pendidikan. Status itu dibutuhkan untuk mendukung pendidikan dokter spesialis Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako.
Saat ini terdapat tiga program spesialis yang dibuka, yakni Ilmu Bedah (Sp-1), Obstetri dan Ginekologi atau Kebidanan dan Kandungan (Sp-1), serta Ilmu Penyakit Dalam (Sp-1).
“Agar Rumah Sakit Undata bisa mendukung pendidikan spesialis maka harus mendapat status RSPPU,” ujar Reny.
Ia juga ingin kualitas pelayanan rumah sakit terus ditingkatkan, termasuk kemampuan petugas di garis depan dalam menguasai bahasa asing. Menurutnya, kemampuan berbahasa Inggris menjadi salah satu syarat menuju layanan rumah sakit berstandar internasional.
“Untuk jadi rumah sakit dengan pelayanan yang betul-betul internasional maka petugas yang di depan harus bisa bahasa Inggris,” katanya.
Reny berharap langkah tersebut menjadi dorongan baru bagi RS Undata agar terus berkembang dan mampu bersaing.
“Mari kita bergandeng tangan mendukung Rumah Sakit Undata,” ajaknya.
Kegiatan itu turut dihadiri Direktur RS Undata dr. Jumriani, para wakil direktur, dokter ahli, serta tenaga kesehatan. ***
