WhatsApp Image 2026-10-26 at 23.12.47

Haul Guru Tua, Anwar Hafid: Cinta Nyata dengan Aksi, Perhatikan Guru Diniyah

Muh. Rifai
A-AA+A++

Ribuan jamaah memadati Kompleks Alkhairaat di Kota Palu pada Rabu (1/4/2026) dalam peringatan Haul ke-58 Guru Tua Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri. Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid hadir langsung dan mengajak masyarakat melanjutkan perjuangan Guru Tua melalui pendidikan dan akhlak.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai kalangan masyarakat dari dalam maupun luar daerah. Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, tampak mendampingi Ketua Utama Alkhairaat, Alwi bin Saggaf bin Muhammad Al-Jufri, dalam rangkaian acara yang mengangkat tema “Meneguhkan Spirit Keteladanan Guru Tua dalam Bingkai Ilmu dan Akhlak”.




Anwar Hafid menegaskan, kehadiran ribuan jamaah bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan wujud kecintaan yang mendalam kepada sosok Guru Tua. Ia menyebut, rasa cinta tersebut melampaui batas ruang dan waktu.

“Kalau bukan karena cinta kepada Guru Tua, tidak mungkin kita ada di sini. Ini adalah cinta yang tidak terbatas,” ujar Anwar Hafid.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh Abnaul Khairaat untuk membuktikan kecintaan tersebut melalui tindakan nyata. Menurutnya, mengenang atau menghadiri haul saja tidak cukup tanpa diiringi dengan upaya melanjutkan perjuangan yang telah diwariskan.

“Tanda cinta kita bukan hanya hadir di haul, bukan hanya memasang foto. Tanda cinta kita adalah melanjutkan perjuangan Guru Tua,” tegasnya.

Anwar Hafid juga menyoroti bahwa Guru Tua telah merancang arah pembangunan peradaban melalui pendidikan jauh sebelum wacana Indonesia Emas 2045 muncul. Ia menilai bahwa pendidikan merupakan warisan utama yang harus terus dijaga dan dikembangkan oleh seluruh Abnaul Khairaat.

“Guru Tua sudah membuat roadmap yang jelas. Warisan terbesar beliau adalah pendidikan. Tidak ada jalan lain untuk mengubah nasib selain pendidikan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Utama Alkhairaat, Alwi bin Saggaf bin Muhammad Al-Jufri, dalam tausiyahnya mengungkapkan besarnya pengorbanan Guru Tua dalam berdakwah dan membangun pendidikan umat. Ia menyebut bahwa seluruh hidup Guru Tua didedikasikan untuk kepentingan umat.

“Beliau menghabiskan seluruh hidupnya untuk dakwah di jalan Allah. Apa yang beliau capai, beliau wakafkan untuk umat. Kini menjadi tanggung jawab kita semua untuk menjaga dan melanjutkan perjuangan itu,” ungkap Alwi.