Dalam konteks kehidupan bermasyarakat, Gubernur menekankan bahwa semangat Idulfitri harus dijadikan sebagai penguat persatuan dan solidaritas sosial. Ia berharap nilai-nilai seperti keikhlasan, kepedulian, dan kebersamaan yang tumbuh selama Ramadan tidak berhenti setelah bulan suci berakhir, melainkan terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, semangat tersebut sangat penting dalam mendukung pembangunan daerah, terutama dalam menciptakan suasana yang harmonis dan sejahtera di Sulawesi Tengah. Ia juga mengingatkan bahwa tantangan pembangunan tidak hanya dapat diselesaikan oleh pemerintah, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh lapisan masyarakat.
Kehadiran Anwar Hafid di tengah-tengah jamaah Salat Idulfitri juga menjadi simbol kedekatan antara pemimpin dan masyarakat. Momen ini dinilai sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah untuk selalu hadir dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk kegiatan sosial dan keagamaan.
Sejumlah jamaah yang hadir mengaku merasa terinspirasi dengan pesan yang disampaikan oleh gubernur. Mereka menilai ajakan untuk menjaga kebersamaan dan saling memaafkan sangat relevan, terutama dalam memperkuat hubungan antarwarga di tengah dinamika kehidupan saat ini.
Pelaksanaan Salat Idulfitri di Palu tahun ini berjalan lancar tanpa kendala berarti. Aparat keamanan dan panitia setempat turut memastikan kegiatan berlangsung dengan tertib, sehingga jamaah dapat menjalankan ibadah dengan nyaman dan khusyuk.
Momentum Idulfitri 1447 Hijriah ini diharapkan tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi juga menjadi titik awal bagi masyarakat Sulawesi Tengah untuk mempererat persatuan, meningkatkan kepedulian sosial, serta menjaga nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. ***









