Perayaan Idulfitri 1447 Hijriah dimanfaatkan oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, untuk mempererat hubungan dengan masyarakat melalui acara halal bihalal yang berlangsung di Rumah Jabatan Gubernur di Siranindi. Kegiatan ini menjadi momentum untuk membuka pintu maaf dan memperkuat kebersamaan lintas elemen masyarakat.
Suasana hangat langsung terasa sejak awal acara. Dengan nuansa kekeluargaan yang kental, Anwar Hafid menyambut para tamu tanpa sekat, menciptakan ruang interaksi yang akrab antara pemimpin daerah dan masyarakat. Tradisi halal bihalal yang digelar pada 1 Syawal 1447 H atau tahun 2026 ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi.
Anwar Hafid tampak berbaur dengan berbagai kalangan, mulai dari tokoh masyarakat, pejabat daerah, hingga warga umum yang hadir. Kehadiran mereka mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat untuk menjalin hubungan yang lebih dekat dengan pemerintah daerah. Interaksi yang terjadi berlangsung hangat, penuh senyum, dan dilandasi semangat saling memaafkan yang menjadi inti dari perayaan Idulfitri.
“Momentum Idulfitri adalah waktu yang tepat untuk saling membuka hati dan mempererat kebersamaan. Kami ingin memastikan bahwa hubungan antara pemerintah dan masyarakat tetap harmonis,” ujar Anwar Hafid dalam sambutannya.
Acara halal bihalal ini juga menjadi simbol gaya kepemimpinan yang mengedepankan nilai keikhlasan, persatuan, dan keterbukaan. Dalam suasana yang sarat makna tersebut, Anwar Hafid menunjukkan komitmennya untuk merangkul semua pihak tanpa memandang latar belakang. Hal ini dinilai penting dalam membangun daerah yang tidak hanya maju secara pembangunan fisik, tetapi juga kuat dalam ikatan sosial.
Sejumlah tokoh daerah yang hadir turut memberikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut. Mereka menilai bahwa halal bihalal menjadi ruang efektif untuk menjembatani komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menyampaikan aspirasi secara langsung dalam suasana yang santai dan penuh keakraban.
Salah satu tokoh masyarakat yang hadir menyampaikan, bahwa kegiatan seperti ini perlu terus dipertahankan.
“Halal bihalal bukan sekadar tradisi, tetapi juga cara untuk menjaga hubungan baik. Dengan adanya kegiatan seperti ini, masyarakat merasa lebih dekat dengan pemimpinnya,” ujarnya.









