Skrol untuk membaca pos

Ketua Umum JMSI Minta Polri Usut Dalang Serangan Air Keras terhadap Andrie Yunus

Muh. Rifai
Tangkapan layar video detik-detik penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. FOTO : Istimewa
A-AA+A++

“Saya meminta aparat penegak hukum, khususnya Polri, memastikan pengusutan tuntas sampai ke aktor intelektual, bukan hanya pelaku penyerangan di lapangan,” tegasnya.

Ia menilai pola serangan yang terjadi menunjukkan adanya indikasi perencanaan yang terorganisasi. Karena itu, proses penegakan hukum harus mampu mengungkap motif serta pihak yang diduga mengarahkan aksi kekerasan tersebut.

“Pola serangan yang dilakukan tampaknya terencana dan terorganisasi, sehingga pengungkapan peristiwa ini tidak boleh berhenti di tingkat eksekutor, tetapi juga harus mengungkap aktor intelektual di baliknya,” kata Teguh.

Ia juga menyampaikan, pihaknya telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian terkait penanganan kasus tersebut. Teguh berharap proses penyelidikan dapat berjalan cepat dan transparan sehingga publik memperoleh kepastian hukum.

Sementara itu, berdasarkan kronologi yang dihimpun oleh KontraS, Andrie Yunus sebelumnya menerima sejumlah panggilan dari nomor tidak dikenal pada 9 hingga 12 Maret 2026. Sebagian nomor tersebut diduga berkaitan dengan spam penipuan, pinjaman online, hingga modus layanan perbankan digital.

Pada hari kejadian, Andrie menjalankan aktivitas seperti biasa. Sekitar pukul 15.30 WIB, ia berangkat dari kantor KontraS menuju kantor Center of Economic and Law Studies (CELIOS) di kawasan Menteng untuk menghadiri sebuah pertemuan.

Setelah agenda tersebut selesai, Andrie kemudian menuju kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) di Jalan Diponegoro, Menteng, sekitar pukul 19.45 WIB. Di lokasi itu ia melakukan perekaman podcast bersama staf YLBHI, Zainal Arifin.

Diskusi dalam podcast tersebut membahas tema “Remiliterisasi dan Judicial Review UU TNI”. Proses perekaman selesai sekitar pukul 20.00 WIB, namun Andrie masih berada di kantor YLBHI hingga sekitar pukul 23.00 WIB sebelum pulang menggunakan sepeda motor.

Sebelum kembali ke rumah kontrakannya di kawasan Menteng, Andrie sempat mengisi bahan bakar di SPBU Cikini. Namun dalam perjalanan pulang sekitar pukul 23.37 WIB, ia mengalami serangan di Jalan Salemba I.

Saat itu Andrie mengendarai sepeda motor Yamaha Aerox berwarna kuning. Ia melihat sebuah sepeda motor yang ditumpangi dua orang melawan arah di kawasan Talang. Kendaraan tersebut diduga jenis Honda Beat atau Honda Vario model lama berwarna hitam dengan panel putih di bagian belakang.