Sekretariat Bersama (Sekber) yang melibatkan tiga konstituen Dewan Pers, yakni Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), dan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), resmi terbentuk pada Jumat, 1 Mei 2026.
Pembentukan ini dilakukan melalui penandatanganan fakta integritas oleh para ketua di tingkat provinsi, yang berlangsung di Jalur Dua Sultan Agung.
Pembentukan Sekber ini jadi langkah bersama tiga organisasi perusahaan media siber untuk memperkuat peran dalam kehidupan publik. Ketua SMSI Lampung, Donny, mengatakan proses menuju kesepakatan tidak singkat. Diskusi dilakukan berulang kali hingga akhirnya tiga pihak sepakat berjalan bersama dalam satu wadah.
Sekber ini dipimpin langsung oleh tiga ketua organisasi di tingkat daerah. Dalam menjalankan tugasnya, mereka dibantu beberapa divisi seperti kehumasan, investigasi, dan advokasi. Struktur ini dibentuk agar kerja Sekber lebih terarah dan mampu menjangkau berbagai persoalan di masyarakat.
Ketua AMSI Lampung, Hendri, menjelaskan Sekber memiliki tugas utama mengawal jalannya pemerintahan, terutama dalam memastikan hak masyarakat terpenuhi. Ia berharap Sekber bisa jadi ruang alternatif bagi warga untuk menyampaikan aspirasi, terutama saat jalur komunikasi dengan pemerintah tidak berjalan lancar.
“Kalau masyarakat kesulitan menyampaikan keluhan, Sekber bisa jadi jembatan. Harapannya, pemangku kebijakan bisa lebih cepat memahami persoalan dan mencari solusi,” ujar Hendri.
Sementara itu, Ketua JMSI Lampung, Ahmad Novriwan, melihat kehadiran Sekber sebagai upaya untuk menempatkan setiap persoalan secara proporsional. Ia menilai, kerja kolaboratif tiga organisasi ini penting agar berbagai isu bisa dilihat lebih jernih dan tidak berkembang liar tanpa arah.
Menurutnya, semangat kebersamaan ini lahir dari keinginan menjaga stabilitas daerah, termasuk membantu para pemimpin daerah agar tidak terjerat masalah hukum. Ia menilai peran media tidak hanya menyampaikan informasi, tapi juga ikut menjaga agar kebijakan berjalan sesuai aturan.
“Kami ingin semua berjalan pada jalurnya. Jangan sampai ada pemimpin daerah yang akhirnya tersandung persoalan hukum. Media juga punya tanggung jawab moral di situ,” kata Ahmad Novriwan.
Ia juga menyinggung kondisi kepemimpinan di Lampung saat ini. Regenerasi kepemimpinan dinilai sudah memberi harapan baru. Dengan potensi yang ada, Lampung diharapkan mampu berkembang lebih baik di bawah kepemimpinan saat ini.







