Di bidang keagamaan, masyarakat Desa Karaupa meminta dukungan pembangunan fasilitas rumah ibadah. Mereka mengusulkan bantuan untuk perbaikan teras masjid, penyediaan tempat wudhu, serta kebutuhan seragam batik bagi pengurus masjid. Dukungan tersebut dianggap sebagai upaya memperkuat kegiatan keagamaan yang menjadi bagian penting dari aktivitas sosial di desa.
Aspirasi lain yang disampaikan warga adalah terkait harga LPG 3 kilogram yang dalam beberapa bulan terakhir dinilai memberatkan. Warga berharap adanya upaya stabilisasi harga sehingga kebutuhan rumah tangga dapat kembali terjangkau. Mereka menyatakan bahwa kenaikan harga LPG berdampak langsung terhadap pengeluaran harian masyarakat, khususnya keluarga berpendapatan rendah.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Wakil Ketua DPRD Sulteng, Syarifudin Hafid, menyampaikan apresiasi atas keterbukaan masyarakat Desa Karaupa dalam menyampaikan persoalan yang mereka hadapi. Ia menegaskan komitmennya untuk membawa seluruh aspirasi tersebut ke pembahasan tingkat provinsi. Menurutnya, berbagai persoalan yang disampaikan warga merupakan masalah yang perlu perhatian serius agar tidak terus berlarut-larut.
“Kami akan memperjuangkan seluruh aspirasi yang telah disampaikan masyarakat. Persoalan lahan, fasilitas umum, sampai kebutuhan mendasar seperti harga LPG akan kami bahas bersama pemerintah provinsi,” ujar Syarifudin Hafid.
Ia juga menambahkan bahwa desa-desa di wilayah Morowali, termasuk Desa Karaupa, memiliki peran penting dalam pembangunan daerah. Untuk itu, dirinya berharap agar proses tindak lanjut aspirasi dapat berjalan lancar dan memberikan hasil nyata bagi masyarakat.
“Kami ingin persoalan yang sudah bertahun-tahun belum terselesaikan dapat menemukan jalan keluar,” tambahnya.
Dengan tersampaikannya berbagai aspirasi tersebut, warga berharap langkah konkret dari pemerintah provinsi segera terealisasi. Mereka menilai reses ini menjadi kesempatan langka untuk menyampaikan permasalahan langsung kepada wakil mereka di DPRD. Kehadiran Syarifudin Hafid disebut memberi ruang dialog terbuka, yang selama ini dinantikan oleh masyarakat Desa Karaupa.
Pertemuan kemudian ditutup dengan doa bersama dan pesan dari Syarifudin agar masyarakat tetap bersinergi dalam menjaga perkembangan desa. Ia mengajak warga untuk terus menyampaikan keluhan maupun usulan demi perbaikan kesejahteraan bersama. ***



