“Kalau kita lihat dari kacamata positif, ini dorongan supaya kota kita rapi. Karena Palu adalah etalase Sulawesi Tengah. Orang yang datang dari luar tidak akan menilai Sigi atau Donggala dulu, tapi pasti melihat Palu,” katanya.
Ia juga mengapresiasi periode kepemimpinan Hadianto Rasyid dan Reny Lamadjido hingga berlanjut dua periode bersama Liliana Muhiddin. Menurutnya, kebijakan telah menghadirkan perubahan signifikan. Meski berbeda partai diperiode pertama Hadianto, ia menyatakan tetap mendukung program pemerintah kota jika tujuannya untuk kepentingan publik.
“Kita boleh beda politik, tapi kalau programnya baik dan menyentuh masyarakat, kita wajib mendukung,” tegasnya.
Terkait dengan usulan-usulan warga di Talise Valangguni, Erman mengaku sebagian besar aspirasi yang diajukan selama ini sudah terealisasi. Ia menyebut, tidak etis untuk mengklaim semua aspirasi terlaksana 100%, tetapi secara umum realisasi program cukup baik, kecuali jika memang ada warga yang belum sempat mengusulkan.
“Kalau tidak ada usulan, tentu tidak ada realisasi,” tambahnya.
Erman kembali mengajak masyarakat untuk terus terlibat aktif dalam pembangunan, termasuk dalam hal pemenuhan kewajiban seperti pajak dan retribusi sampah.
“Kalau kita ingin kota ini bersih, indah, dan ekonominya tumbuh, maka partisipasi warga menjadi kunci,” pungkas politisi Golkar itu. (Rfi)









